Jakarta
Oleh Ferdiansyah pada hari Senin, 26 Sep 2016 - 13:25:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Ahok Tuding Ada Mafia Iklan Ingin Kuasai JPO di Jakarta

14ahok-1.jpg
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Roboh jembatan penyebrangan orang (JPO) di Pasar Minggu jadi perhatian serius Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengungkapkan bahwa ada mafia iklan yang ingin menguasai JPO di Jakarta.

Ahok sebelumnya menduga bahwa robohnya JPO di Pasar Minggu, Jaksel diakibatkan adanya papan iklan yang menempel di jembatan tersebut.

"Ini kan kaya ada mafia iklan yang ingin menguasai JPO," kata Ahok di Balai Kota, Senin (26/9).

Ahok menduga mafia iklan merupakan perusahaan public relation yang sudah lama melakukan kontrak dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Saya kira PR-PR lama ini yang kami selesaikan. Kita sudah minta sekarang audit," tegasnya.

Ahok mengaku ada pihak swasta yang menawarkan diri untuk merapikan JPO, namun ia tolak. Sebab Ahok sudah menduga adanya permainan antara pihak swasta dengan perusahaan PR dalam pengelolaan JPO.

Ke depannya, Ahok lebih memilih menggunakan uang dari kontribusi pengembang untuk membongkar JPO. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Ahok masih harus menunggu kontrak dengan swasta selesai.

"Beberapa swasta ngajuin gimana kalau kita rapiin kita pasang iklan, saya tolak. Saya gunakan kontribusi dari pengembang. Ini butuh waktu," jelas Ahok.

Ahok menjelaskan Pemprov DKI Jakarta sebenarnya sudah melakukan lelang untuk penghapusan aset menggunakan duit APBD. Namun, lelang gagal karena Ahok menduga ada mark-up dalam anggaran tersebut. Ahok pun memutuskan untuk menunda proses lelang.

"Kenapa enggak bisa lelang cepat karena dulu saya kira ada sedikit mark-up," ungkap Ahok.(yn)

tag: #ahok  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
thejoint
advertisement
HUT R1 2025 AHMAD NAJIB
advertisement
HUT RI 2025 M HEKAL
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
HUT RI 2025 SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...