Bisnis

Andalkan Gas Bumi PGN, Genteng Majalengka ini Diekspor Hingga Malaysia dan Singapura

Oleh Bani Saksono pada hari Minggu, 30 Okt 2016 - 06:05:32 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

92PGN-PABRIK-GENTENG-MAJALENGKA.jpg

Tampak para petugas PGN sedang memeriksa instalasi pipa gas di pabrik genteng PT Genteng Teracotta Industri di Majalengka, Jawa Barat. (Sumber foto : pgn)

MAJALENGKA [TEROPONGSENAYAN] – Adalah PT Genteng Teracotta. Ada di Majalengka, Jawa Barat. Sudah puluhan tahun PT Genteng Teracotta Industri mengandalkan gas bumi yang didistribusikan oleh PT Perusahaan Gas Negara [PGN] sebagai bahan bakar utama dalam memproduksi genteng keramik.

Produksi genteng yang dihasilkan berkualitas, hingga berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Malaysia dan Singapura. "Saat ini, genteng produksi kami sudah menyebar di berbagai daerah, bahkan sekarang sudah sampai ke Malaysia dan Singapura," kata Direktur Keuangan PT Genteng Teracotta Industri Ana Merliana, di kantornya (25/10/2016).

Pabrik genteng yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat ini, dalam sebulan dapat memproduksi hingga 550 ribu lembar genteng keramik. Gas bumi PGN dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku atau oven untuk mengeringkan genteng yang berbahan dasar tanah. "Kami sudah puluhan tahun mengandalkan gas bumi untuk produksi genteng. Gas-nya dipasok oleh PGN," tuturnya.

Hemat Bahan Bakar

Menurut Anna, penggunaan gas bumi memberikan manfaat yang besar bagi pabriknya. Karena, selain membuat hasil genteng bersih, panas yang merata, gas bumi dari PGN juga mengalir terus selama 24 jam ke pabriknya. "Apalagi pakai gas bumi memberikan penghematan besar pada kami, kalau pakai kayu bakar atau minyak biayanya tinggi sekali, apalagi cari kayu bakar tiap hari dalam jumlah banyak juga tidak mudah," ungkapnya.

Dia menambahkan, walau saat ini persaingan bisnis genteng sangat ketat dengan munculnya genteng metal, pasar genteng keramik masih banyak peminat. Sebab, genteng keramik memiliki keunggulan seperti tahan puluhan tahun dan tahan segala kondisi cuaca. 

Dijelaskan pula, dalam sebulan pabrik genteng ini mendapatkan pasokan gas sebanyak 204.000 meter kubik dari PGN. "Penggunaan gas terbukti lebih efisien dan aman. Apalagi sudah 3 tahun ini harga gas PGN nggak naik," katanya. [baca; Pengusaha Nasi Jamblang Ini Hemat Rp 12 Juta/Bulan. Ini Caranya..].

Kepala Pemasaran Area PGN Cirebon Ade Sutisna yang berkunjung ke pabrik genteng itu menambahkan, Genteng Teracotta Industri merupakan salah satu pelanggan PGN yang menikmati manfaat besar dari penggunaan gas bumi.

"Kami terus berkomitmen memperluas jaringan gas bumi di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Tak lama lagi gas bumi PGN akan mengalir ke berbagai industri di kawasan Kanci-Brebes," ungkap Ade.

Hingga saat ini panjang pipa gas PGN di Cirebon sekitar 402 km yang memasok gas ke 19.301 pelanggan, mulai dari rumah tangga, usaha kecil menengah hingga industri besar.

Secara nasional, PGN sudah memasok gas bumi ke lebih dari 116.600 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.900 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, rumah makan, serta 1.580 industri berskala besar dan pembangkit listrik. [baca; Hingga 2019, PGN Tambah 110.000 Sambungan Gas Rumah Tangga Tanpa APBN].

"Adapun total panjang pipa yang dibangun dan dioperasikan PGN mencapai lebih dari 7.200 km. Jumlah ini setara 78% pipa gas bumi hilir di seluruh Indonesia," tutup Ade. [b]

tag: #harga-bbm  #uu-migas  

Bagikan Berita ini :