Jakarta
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Senin, 14 Nov 2016 - 05:48:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Kian Tersungkur, Elektabilitas Ahok Tersisa 30,1 Persen

63ahok.jpg
Basuki Tjahaja Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Lembaga survei Indocon merilis hasil survei Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dilakukan hingga akhir Oktober 2016.

Hasil jajak pendapat Indocon menunjukkan bahwa elektabilitas pasangan petahana Ahok-Djarot tergerus hingga mencapai 30,1 persen, jauh merosot dibandingkan dengan hasil sejumlah lembaga sigi periode September-Oktober 2016 dengan proyeksi terpilih hingga 45 persen.

"Sebenarnya tingkat kepuasan terhadap petahana, ke Ahok jauh lebih tinggi daripa Djarot. Seharusnya, ini jadi modal sosial yang harus dimanfaatkan oleh Ahok. Tapi, secara menyeluruh separuhnya tidak puas dengan petahana," ujar Direktur Eksekutif Indocon Fajar Nursahid saat jumpa pers bertajuk "Menakar Peluang Petahana dan Penantang" di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Sementara dari kelompok penantang, elektabilitas pasangan Anies-Sandi tertahan di 21,6 persen. Dan secara mengejutkan, pasangan Agus-Sylvi "menyodok" raihan dukungan sebesar 26,4 persen. Sedangkan, suara mengambang masih sekitar 22 persen.

Yang menarik, lanjut Fajar, survei tersebut dilakukan sebelum mencuatnya kasus dugaan penistaan agama oleh salah satu kandidat calon gubernur. Namun, sentimen masyarakat terhadap pemimpin beda agama sudab menjadi masalah.

"Ternyata pemimpin non muslim jadi masalah. Terlepas dari adanya kasus surat Al-Maidah. Sentimen sudah terbelah, 48 persen menginginkan harus muslim, dan 32 persen menganggap tidak masalah. Ini mungkin jadi alasan kenapa aksi ummat islam kemarin itu luar biasa," katanya.

Selain persoalan agama, Pilkada DKI juga diwarnai oleh kontoversi pemimpin dari "etnis minoritas". Kendati demikian, pemimpin etnis minoritas lebih ditoleran daripada pemimpin beda agama. Sebesar 62,2 persen masyarakat menganggap pemimpin beretnis minoritas tidak jadi masalah.

Namun, faktor kesukaan atau ketidaksukaan menjadi pengaruh paling kuat terhadap calon kandidat. Kesukaan masyarakat terhadap figur Ahok hanya tersisa 56, 6 persen meskipun gubernur nonaktif DKI Jakarta itu menjadi tokoh paling populer diantara para penantang lain. Padahal, kepopuleran Ahok mencapai 97,0 persen.

Sementara, masyarakat yang suka dengan sosok Agus mencapai 85,2 persen dengan tingkat kepopuleran 83,4 persen. Dan untuk Anies, kesukaan masyarakat sebesar 86 persen dengan tingkat popularitas 80,8 persen.

"Yang lain popularitasnya enggak terlalu tinggi, tapi yang suka proporsinya lebih banyak. Ini jadi konteks yang mempengaruhi pilihan," tutup dia. (icl)

tag: #ahok  #ahokdjarot  #pilkada-jakarta-2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
IDUL ADHA 2026 AHMAD NAJIB
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...