Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Senin, 19 Des 2016 - 17:12:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Habib Novel Minta Hakim tak Terpengaruh Air Mata Buaya Ahok

37terdakwae.jpg
Basuki Tjahaja Purnama terdakwa penista agama (Sumber foto : Ilustrasi Teropongsenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Jelang digelarnya sidang kedua kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (20/12/2016) besok, majelis hakim diingatkan untuk tidak terbuai dengan tangisan Ahok di sidanng perdana.

Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin mengatakan, tangisan tersebut adalah tangisan buaya.

"Itu tangisan air mata buaya. Ini fakta, karena dalam tangisan Ahok melakukan serangkaian kebohongan-kebohongan," kata Novel, Jakarta, Senin (19/12/2016).

Novel mengungkapkan, beberapa kebohongan Ahok yang dilontarkan saat membacakan nota keberatan atau eksepsi di sidang perdananya.
Salah satunya adalah Ahok menyebut nama Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan mantan Panglima TNI Jenderal M Jusuf.

"Bohong gak pakai sepatu ketika di makam, bohong dengan membawa-bawa nama almarhum M Jusuf. Bohong didukung Gus Dur," tegas Novel.

Diketahui, sebelumnya Ahok menangis saat membacakan nota keberatan dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama, di Gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Ahok terdengar mulai terisak saat bercerita tentang keluarga angkatnya yang beragama Islam. Ia diangkat sebagai anak, oleh keluarga Islam asal Bugis, bernama Andi Baso Amier dan Misribu. Ayah angkatnya, Andi Baso Amier adalah mantan Bupati Bone, tahun 1967 sampai tahun 1970.

Andi merupakan adik kandung mantan Panglima TNI Jenderal M Jusuf.‎ (icl)

tag: #ahok  #penistaan-agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...