Bisnis
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 27 Jan 2015 - 08:52:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Disatroni Nelayan, Menteri Susi Datangkan Bibit Lobster Lombok

8Menteri Susi4-Indra.jpg
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Saat Raker dengan Komisi IV DPR (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ogah disatroni nelayan karena melarang ekspor lobster, Menteri Kelautan dan Perikanan akhirnya memilih mendatangkan bibit lobster dari Lombok. Langkah ini ditempuh untuk menambah stok bibit agar tidak dilarikan ke Vietnam.

"Solusi kita yaitu akan membeli lobster Lombok sampai bulan Juli 2015, adapun bila mau mengekspor harus minimal 200 gram," kata Menteri Susi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR, di gedung KK IV komplek parlemen, Jakarta, Senin (25/1/2015).

Susi mengungkapkan akan membeli bibit lobster dengan berat minimal 50 gram dan tidak membeli larva karena rawan mati. Untuk itu, pemerintah sangat mendukung jika nelayan Lombok menjual bibit didalam negeri untuk ditangkarkan.

"Ini agar nantinya untuk meningkatkan stok lobster pemerintah tidak perlu pengeluaran apa-apa. Jadi disini langkah pemerintah sangat baik agar rajungan, dan lobster tidak musnah. Tuhan memberi makan dari laut," ujar dia.

Lantaran mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1/2015, Menteri Susi Pudjiastuti dikecam dengan sengit oleh kalangan nelayan. Sebab, salah satu ladang penghasilan nelayan diberangus.(ris)

tag: #Susi  #Komisi IV  #Lobster  #nelayan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...