Berita
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 10 Jan 2017 - 16:40:54 WIB
Bagikan Berita ini :

Dilarang Merekam Sidang Keempat Ahok, KY Surati PN Jakut

98aidul.jpg
Aidul Fitriciada Azhari (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Komisi Yudisial (KY) melayangkan surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), soal insiden anggota KY yang dilarang melakukan perekaman pada sidang keempat penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pekan lalu.

"Kemarin (waktu sidang sebelumnya) tidak boleh (merekam). Kami sedang mengkonfirmasi kenapa ini terjadi?," kata Ketua Komisi Yudisial Aidul Fitriciada Azhari di sela-sela sidang terdakwa Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Apalagi, kata Aidul, pelarangan perekaman cuma terjadi di sidang keempat. Sementara, dia belum mengecek kondisi tersebut di persidangan hari ini.

Sejauh ini, kata Aidul, surat tersebut belum dapat jawaban dari PN Jakut. "Kami sampaikan, tapi belum ada respon. Kami mempertanyakan, kenapa misalnya," tambah Aidul.

Secara menyeluruh, Aidul juga memastikan mekanisme jalannya sidang Ahok masih di koridor yang benar.
Terkait pengamanan dan pembatasan peliputan, kata dia, di luar wewenang Komisi Yudisial.

"Berjalan relatif baik saya kira. Dalam artian ini kan baru lima kali ya. Semuanya berjalan dengan cukup baik. Saya lihat hakim juga imparsial. Publik bisa melihat," ucap Aidul.

Hari ini sidang kelima Ahok kembali berlangsung. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

Ada lima saksi yang direncanakan memberikan keterangan. Mereka merupakan para pelapor, yakni Ibnu Baskoro, Pedri Kasman, Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, Hajah Irene Handono dan Muhammad Burhanuddin.

Namun, dari lima saksi itu, hanya tiga yang dipastikan hadir. Ketiganya yakni Pedri Kasman, Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, dan Muhammad Burhanudin. Sementara, Irene Handono dan Ibnu Baskoro belum mengonfirmasi bisa kehadirannya di persidangan.‎(yn)

tag: #ahok  #komisi-yudisial  #pn-jakut  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyesalkan sikap Dewan Pengawas (Dewas) TVRI yang tetap memilih Direktur Utama (Dirut) TVRI baru-baru ini. Untuk diketahui, Iman ...
Berita

Menteri PPN: Bali Akan Dibuka Kembali Untuk Wisatawan Juli Mendatang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso manoarfa mengatakan bahwa pemerintah akan membuka kembali aktivitas bisnis di Bali untuk menarik minta wisatawan ke sana, ...