Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Sabtu, 18 Feb 2017 - 08:13:28 WIB
Bagikan Berita ini :

Jika Ikuti Perintah Ahok, Kepala Kesbangpol Bakal Dilaporkan‎ ke KASN

21ahok-1.jpg
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rencana Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Darwis M Adji yang akan mendata tempat pemungutan suara (TPS) sekaligus menginventarisir penyebab kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengundang kecaman.

Informasi yang beredar di Balaikota DKI, Ahok yang sudah lima hari kembali menjabat gubernur DKI, mengaku kecewa karena hanya memperoleh 2.315.372 suara (42,96 persen), atau unggul tipis dari dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang meraup 2.156.429 suara (40,01 persen).

Untuk itulah, Ahok kemudian menginstruksikan Kepala Bakesbangpol DKI untuk menyelidiki di TPS mana saja dia menelan kekalahan dan apa penyebabnya.

"Jika benar Kepala Bakesbangpol melaksanakan perintah Ahok tersebut, kami akan melaporkannya kepada KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara)," kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, Jumat (17/2/2017).

Sebagai pejabat Pemprov DKI, Darwis diingatkan agar tidak terlalu naif. Dia harus bisa membedakan Ahok sebagai gubernur atau calon gubernur DKI.

Sekadar diketahui, berdasarkan pemantauan dan pengawalan Kesbangpol, tingkat partisipasi warga DKI Jakarta mencapai 78,1 persen. Pilkada 2012, tingkat partisipasinya hanya 68 persen.‎

Beberapa faktor yang membuat partisipasi tinggi yaitu warga di permukiman mewah yang selama ini enggan sekarang turut memilih. Warga DKI di luar negeri pun tak sedikit yang pulang untuk memilih.

Mereka rata-rata memilih dengan KTP-elektronik dan kartu keluarga (KK). Mereka juga terpantau banyak memilih pada satu jam terakhir antara pukul 12.00 sampai 13.00 WIB.

Jika dibandingkan dengan Pilkada 2012, tingkat partisipasi warga DKI Jakarta bahkan tak sampai 70 persen, yaitu hanya mencapai 68 persen.

Menurut Darwis, salah faktor yang membuat partisipasi meningkat adalah kenaikan pemilih dari warga yang tinggal di permukiman mewah. Selama ini mereka enggan memilih. ‎

Warga Jakarta yang berdomisili di luar negeri pun tak sedikit yang pulang khusus untuk memilih.

Berdasarkan pantauan Kesbangpol, rata-rata pemilih menggunakan KTP elektronik dan kartu keluarga. Mereka juga terpantau banyak memilih pada satu jam terakhir.‎(yn)

tag: #ahok  #pilkada-jakarta-2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Oleh Ariady Achmad
pada hari Minggu, 01 Mar 2026
Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...