Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 08 Agu 2017 - 08:32:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Gerindra Harap Viktor Minta Maaf Secara Terbuka

84VIKTOR.jpg
Viktor Bungtilu Laiskodat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry J Juliantono berharap, ada itikad dari Ketua Fraksi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat dengan meminta maaf secara terbuka kepada Partai Gerindra, atas dugaan ujaran kebencian dalam pidatonya di Kupang, NTT beberapa waktu lalu.

"Kami berharap sahabat saya saudara Viktor Laiskodat alangkah lebih baik meminta maaf secara terbuka, dengan begitu akan mendinginkan suasana," kata Ferry kepada TeropongSenayan di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Kendati demikian, lanjut Ferry, Partai Gerindra menghormati proses hukum yang ada, setelah Viktor resmi dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas pidatonya tersebut.

"Ya karena persoalannya sudah dilaporkan Polisi oleh Partai Gerindra, PKS, Demokrat, dan PAN, maka itu biarlah proses hukum dilalui," ucapnya.

Walaupun Partai Nasdem tetap bersikukuh menyatakan Viktor tidak bersalah, namun Ferry meminta hal itu harus diuji dalam persidangan.

"Para pelapor dalam hal ini partai-partai juga menyertakan bukti dan saksi, begitu juga Partai Nasdem juga memiliki bukti lain ya nanti di uju dipersidangan," jelasnya.

"Dengan tetap menghormati satu sama lain, saya rasa proses hukum adalah jalan yang terbaik yang harus ditempuh," tutupnya. (icl)

tag: #hate-speech  #partai-gerindra  #partai-nasdem  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politisi NasDem Ahmad Sahroni Sesalkan Penundaan Pengesahan RUU PKS

Oleh windarto
pada hari Minggu, 05 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional ...
Berita

Pengamat Ini Sebut Indonesia Tak Pernah Sungguh-sungguh Reformasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf, menilai reformasi yang dibangun pasca jatuhnya rezim Soeharto hingga kini tak pernah ...