Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 05 Okt 2017 - 09:55:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Daya Beli Turun, Ini Kata Komisi XI DPR

94mkeng.jpg
Melchias Marcus Mekeng (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng mengatakan, saat ini masyarakat lebih menunda untuk melakukan transaksi secara berlebihan. Maka itu, sangat wajar bila terjadi penurunan daya beli masyarakat.

Mekeng pun menilai, gejala tersebut wajar terjadi karena gejolak ekonomi sekarang ini yang fluktuatif. Sehingga, hal itu membuat masyarakat melakukan penundaan transaksi beli secara berlebihan.

"Saya melihat masyarakat sekarang lebih menunda spending yang tidak urgent, sehingga mereka lebih menarik pada tabungan," kata Mekeng kepada TeropongSenayan di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Kendati demikian, Politisi Golkar ini mengungkapkan, inflasi neraca perdagangan di Indonesia masih stabil. Dimana, tidak terjadi gejolak kenaikan harga yang signifikan.

Namun, ia meminta segala kritikan partai oposisi kepada pemerintah terkait penurunan daya beli masyarakat ini harus dicermati sebagai masukan yang positif.

"Faktanya inflasi kita masih terkontrol. Setuju (pemerintah harus terima segala masukan)," imbuhnya. (icl)

tag: #daya-beli  #komisi-xi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa x Teropong Senayan : Qurban
advertisement
TS.com Vacancy: Marketing
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Menko Airlangga Hartarto Dorong Konsumsi Ayam dan Telur Kala Pandemi

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 19 Jun 2021
KLATEN (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar kunjungan kerja di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Ia mendorong masyarakat mengkonsumsi protein hewani ...
Berita

Waspada, Varian Delta Akan Menyebar Secara Global

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Covid-19 varian Delta yang pertama kali ditemukan di India bakal mendominasi kasus penularan secara global.   Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya ...