Polri Duga Pelaku Pembakaran Mapolres Dharmasraya Kelompok JAD
Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 14 Nov 2017 - 15:53:23 WIB

Bagikan Berita ini :

89Setyo-Wasisto.jpg
Sumber foto : Istimewa
Irjen Pol Setyo Wasisto

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menduga EFA (24) dan ES (25), dua pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat tergabung dalam kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Hal itu diungkapkan Setyo setelah pihaknya menemukan beberapa alat bukti yang ada di tubuh kedua pelaku. Polisi pun telah menembak mati kedua pelaku pembakaran tersebut. (Baca juga: Pembakar Polres Dharmasraya Anak Seorang Perwira Polisi)

"Kalau dari barbuk (barang bukti) yang ada di badan ada afiliasi ke JAD. Dua-duanya JAD," kata Setyo di Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Setyo menilai, tindakan yang dilakukan dua pelaku dengan menyerang langsung markas polisi merupakan modus baru. Namun, ia mengaku teror seperti itu bukan hal baru karena beberapa waktu lalu pernah terjadi di Polda Metro Jaya. Tetapi, berhasil digagalkan sebelum melancarkan aksinya.

"Ini merupakan modus baru yang sebetulnya sudah bukan baru lagi dengan menyerang kantor polisi beberapa tahun lalu pernah seseorang masuk Polda Metro Jaya dengan bawa bom tapi bisa diantisipasi dengan taksi kan waktu itu," paparnya.

"Jadi, Polri sudah punya SOP bagaimana amankan markas, kantor, personel dan kegiatan Polri di lapangan,"  tambahnya.

Pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat di Jalan Sumatera sendiri terjadi pada Minggu 12 November 2017 dini hari. Akibat kejadian itu, seluruh bangunan ludes terbakar.(yn)

tag: #polri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING