Aziz Tak Jadi Ketua DPR, Titiek Soeharto Puji Keputusan Bamus
Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 11 Des 2017 - 17:29:02 WIB

Bagikan Berita ini :

89Titiek-Soeharto.jpg
Sumber foto : Istimewa
Titiek Soeharto

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menilai, keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPR sudah tepat untuk tidak melantik Aziz Syamsudin sebagai ketua DPR.

Menurut Titiek, sudah sepatutnya pergantian ketua DPR menunggu Munaslub Golkar dan ketua umum baru yang akan menentukan pengganti Setya Novanto itu.

"Sebaiknya tunggu Munas ada ketua baru, nanti dibicarakan baru ditunjuk siapa yang paling baik jadi Ketua DPR," kata Titiek di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Titiek merasa malu jika permasalahan internal Golkar selalu dibawa keluar.

Namun, saat disinggung apakah ikut menandatangani penolakan terhadap Aziz sebagai Ketua DPR, Titiek mengaku belum sempat.

"Saya baru nyampai," ucapnya.

Selain itu, Titiek menegaskan, dirinya siap memperebutkan kursi Ketum Golkar di Munaslub nanti.

"Ini niatnya cuma baik, mau memperbaiki Golkar kalau dipercaya oleh para pemegang suara," tandasnya.

Sebelumnya, rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI memutuskan penunjukkan pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI diserahkan kembali dalam internal Fraksi Partai Golkar. Sebelumnya, Setya Novanto menunjuk Aziz Syamsudin sebagai penggantinya sebagai Ketua DPR RI.

Ketua Fraksi Partai Golkar Robert Joppy Kardinal mengatakan dalam rapat Bamus diserahkan kembali ke internal fraksi Partai Golkar. Lanjutnya, karena rapat Bamus menyerahkan kembali kepada internal maka Aziz Syamsudin tidak dilantik sebagai Ketua DPR RI dalam rapat paripurna hari ini.

"Tidak, tidak (pelantikan Aziz Syamsudin sebagai Ketua DPR RI), nanti diproses sesuai mekanisme (internal Fraksi Partai Golkar)," ujar Robert usai rapat Bamus DPR RI di ruang rapat pimpinan DPR RI, Jakarta, Senin (11/12/2017).

tag: #partai-golkar  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING