Data Sementara KPU: 304 Pasangan Daftar Pilbup, 99 di Pilwalkot
Oleh M Anwar pada hari Jumat, 12 Jan 2018 - 19:00:00 WIB

Bagikan Berita ini :

40KPU-PB.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Komisi Pemilihan Umum (KPU).

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- KPU mengumumkan jumlah sementara calon peserta Pilkada 2018 yang sudah mendaftar hingga hari terakhir. Sebanyak 304 pasangan dinyatakan terdaftar sebagai calon bupati-wakil bupati.

"Pemilihan bupati ada total 104 jumlah wilayahnya. (calon) perseorangan ada 68, (calon) parpol 236 paslon, total 304," kata komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Dia mengatakan angka tersebut berdasarkan data yang diterima hingga pukul 21.59 WIB, Rabu (10/1/2018). Hingga pukul 22.00 WIB, data di wilayah timur Indonesia dinyatakan final, sedangkan di wilayah tengah dan barat Indonesia belum final.

Berdasarkan data itu, peserta yang mendaftar sebagai pasangan calon wali kota-wakil wali kota berjumlah 99 pasang. Sebanyak 27 di antaranya merupakan calon perseorangan.

"Kemudian pemilihan wali kota ada 34 wilayah. Perseorangan 27, (dari) parpol 72 paslon, total 99," ujarnya. 

Berdasarkan jenis kelamin, ada 277 laki-laki yang mendaftar sebagai calon bupati. Sisanya bakal calon bupati perempuan berjumlah 24 orang.

"Kemudian untuk pemilihan bupati, calon kepala daerahnya ada 277 untuk laki-laki, perempuan ada 24 orang. Calon wakil kepala daerah 281 orang laki-laki dan perempuan hanya 20 orang," ungkapnya.

Bakal calon berjenis kelamin laki-laki juga mendominasi pemilihan calon wali kota. Jumlah bakal calon wali kota berdasarkan data sementara itu 88 orang.

"Pemilihan wali kota ada 88 laki-laki, 11 perempuan. Calon wakil kepala daerah ada 36 laki-laki dan 13 perempuan," sebut Ilham. Total ada 171 daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Sebanyak 17 di antaranya adalah pilgub. (aim)

tag: #kpu  #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING