Sowan ke Buya Syafii, Bamsoet Diminta Hadang Legalisasi LGBT
Oleh M Anwar pada hari Minggu, 21 Jan 2018 - 17:19:58 WIB

Bagikan Berita ini :

21IMG_20180121_171302.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ketua DPR Bambang Soesatyo bersama Romo Benny Susetyo saat mengunjungi tokoh bangsa yang juga cendekiawan muslim Ahmad Syafi'i Maarif, Minggu (21/1/2018) di Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Ketua DPR Bambang Soesatyo mengunjungi atau sowan kepada tokoh bangsa yang juga cendekiawan muslim Ahmad Syafi'i Maarif, Minggu (21/1/2018). Bambang mengajak rohaniwan Romo Benny Susetyo saat menemui mantan ketua umum PP Muhammadiyah yang kondang disapa dengan panggilan Buya Syafii itu di kediamannya di Jakarta.

Pada pertemuan itu, Buya Syafii didampingi kader muda Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto. Bamsoet -panggilan akrab Bambang- mengatakan, pertemuannya dengan Buya Syafii berlangsung akrab dan penuh canda tawa. 

“Sangat cair dan penuh canda tawa,” ujar Bamsoet usai pertemuan. 

Legislator Golkar itu menjelaskan, kedatangannya menemui Buya Syafii adalah untuk meminta wejangan atau masukan. Bamsoet merasa perlu nasihat tokoh kelahiran 31 Mei 1935 itu dalam rangka mengembalikan murwah DPR. 

“Buya memberikan wejangan supaya saya mengembalikan roh DPR sebagai lembaga terhormat dan bermartabat,” sebut Bamsoet.

Selain itu, Buya Syafii yang kini duduk di Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)  juga meminta Bamsoet mengembalikan keadaban DPR agar dalam penyusunan perundang-undangan bersih dari patgulipat. “Beliau memita penataan perundang-undangan sesuai nilai-nilai Pancasila,” ujar Bamsoet.

Ada pula hal yang jadi perhatian serius Buya Syafii saat bertemu Bamsoet. Yakni agar DPR tidak membuat undang-undang yang melegalkan pernikahan sejenis ataupun lebian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). 

“Buya dengan tegas meminta ke saya agar LGBT tidak dilegalkan karena berlawanan dengan jiwa Pancasila,” sambung Bamsoet.

Karena itu Bamsoet pun berjanji akan melaksanakan amanat dari tokoh nasional kelahiran Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat itu. “Saya siap pertaruhkan diri dari jabatan ketua DPR apabila LGBT sampai dilegalkan di republik ini,” pungkasnya.(dia)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING