Nomor Urut Dua, Murad Ismail Sebut Angka Kenormalan
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 13:42:04 WIB

Bagikan Berita ini :

838665bd57-87e6-4961-a1a2-1bf02bb721f4_169.jpg
Sumber foto : Dok Istimewa
Cagub Murad Ismail yang diusung oleh PDI Perjuangan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Inspektur Jenderal (purnawirawan) Murad Ismail dan Barnabas Orno mendapatkan nomor undi 2 sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Mantan Komandan Korps Brimob Polri itu menyebut filosofi nomor itu bermakna kenormalan, sedangkan dua pasangan calon lain sebagai tidak normal. Dua kandidat lain itu ialah Said Assagaff-Andrias Rentanubun dan Herman Koodeoboen-Abdullah Vanath, masing-masing mendapatkan nomor 1 dan nomor 3.

"Nomor urut satu itu tidak normal, nomor dua normal, nomor urut tiga abnormal," kata Murad kepada wartawan, usai mengikuti pengundian nomor di kantor Komisi Pemilihan Umum Maluku di Ambon, Selasa 13 Februari 2018.

Menurut Barnabas Orno, nomor 2 itu adalah simbol kebersamaan, kasih sayang, serta perwujudan manusia yang sempurna. "Mata kita dua, tangan kita dua, telinga kita dua; ibarat kursi, kita duduk di tengah-tengah dan mengayomi yang lain," ujarnya.

Said Assagaff-Anderias Rentanubun didukung Partai Golkar, PKS, dan Partai Demokrat; total dukungan enam kursi. Murad Ismail-Barnabas Orno didukung PDIP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB, PKP, PPP, dan PAN; total 27 kursi.

Herman Koodeoboen-Abdullah Vanath mencalonkan melalui jalur perseorangan, atau independen dengan 73.929 dukungan. (aim)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING