Soal Impor Garam, Golkar Ingatkan Ekonom Faisal Basri Tidak Tendensius
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Sabtu, 17 Mar 2018 - 21:41:19 WIB

Bagikan Berita ini :

64adies-kadir-640x427.jpg
Sumber foto : Istimewa
Adies Kadir

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Adies Kadir mempertanyakan kritikan ekonom Faisal Basri, yang menyebut rekomendasi impor garam industri oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sarat nuansa politis.

Menurutnya, pernyataan itu tidak mencerminkan sebagai seorang ekonom, melainkan seperti politikus. Ia pun mengingatkan agar Faisal tidak tendensius dalam memberikan penilaian.

"Tentunya rekomendasi impor garam oleh Kemenperin sudah melalui kajian dan perhitungan yang matang. Tidak asal-asalan apalagi dituding untuk kepentingan tertentu. Terlalu tendensius kalau cara berpikirnya begitu," tandas Adies kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Ditegaskannya lagi, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bukan tipe orang yang suka memanfaatkan jabatan dan kekuasaan.

"Saya kira kalau rekomendasi impor garam yang dikeluarkan Kemenperin dicurigai untuk kepentingan partai dan modal untuk maju pilpres, Saya tegaskan disini, tudingan itu ngawur tidak berdasarkan basis data," tandasnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/03/2018).

Menurut Adies, Golkar merupakan partai yang matang dan teruji dalam berbagai hal, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

"Kenapa tidak duduk bersama memberikan masukan seperti apa yang terbaik? Bukannya seperti orang ketakutan kalau ketua umum kami Airlangga Hartarto maju Pilpres, kemudian disangkutpautkan dengan import garam, ini kan aneh. Partai Golkar akan selalu eksis dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara ini," tegasnya.

Sebelumnya, ekonom UI Faisal Basri mempertanyakan alasan pemerintah memberikan rekomendasi izin impor garam ke Kemenperin sebesar 3,7 juta ton untuk keperluan industri.

"Ini kenapa industri mintanya 3,7 juta ton. Sudah seperti itu mintanya sekaligus. Kan ini enggak bener. Enggak bisa langsung impornya sekaligus," ujarnya di Jakarta, Jumat, (16/03/2018).

Menurutnya, jumlah impor garam yang tak biasa tersebut bisa menjadi ladang untuk menambah pundi-pundi kelompok tertentu untuk maju dalam pilpres.(yn)

tag: #garam  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING