Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 20 Mar 2018 - 11:25:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Impor Garam Industri, Faisal Basri: untuk Kepentingan Siapa?

58Faisal-Basri.jpg
Faisal Basri (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2018 tentang tata cara pengendalian impor komoditas perikanan dan komoditas pergaraman sebagai bahan baku dan bahan penolong industri.

Dengan PP tersebut, Kementerian Perindustrian bisa mengimpor garam industri secara langsung, tanpa harus ada rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah itu mendapat kritikan keras dari ekonom Faisal Basri.

"Terjadi pembusukan di dalam pemerintah sendiri, mengarah pada ungoverned government. Main tabrak. Keluarkan PP yg bertentangan dengan UU," kata Faisal dalam akun twitternya, @FaisalBasri, yang dikutip TeropongSenayan, Selasa (20/3/2018).

Faisal mempertanyakan langkah pemerintah mengizinkan Kemenperin melakukan impor garam industri tanpa rekomendasi KKP. "Untuk kepentingan siapa?," terang Faisal.

Dampak dari kebijakan itu, ungkap dia, bermunculan perusahaan baru yang tiba-tiba mendapat jatah impor garam.

"(Sementara) Perusahaan yg perlu garam tak dapat. Perusahaan baru berdiri dapat kuota impor garam. Pantas neraca perdagangan defisit 3 bulan berturut-turut, membuat rupiah loyo," tandasnya.

Selain itu, ia pun menegaskan bahwa impor garam dilakukan sesuai kebutuhan. "Tidak ujug2 keluar angka 3,7 juta ton. Tertiblah sedikit," sambungnya.(yn)

tag: #impor-pangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 SOKSI
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Arsul Sani
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Syaifullah Tamliha
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kenaikan Kasus Positif COVID-19 di Jakarta Masih Tinggi

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 15 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Total jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta menembus angka 29.036 kasus pada Sabtu (15/8) atau terjadi penambahan sebanyak 598 kasus,  naik signifikan dibanding hari ...
Berita

Kantor Pusat Imigrasi Tutup 12-21 Agustus 2020, Bagaimana Pelayanannya?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan pelayanan visa onshore bagi warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia tetap berjalan meski kantor yang beralamat di Jalan HR ...