Berita
Oleh Sahlan/Mandra Pradipta pada hari Selasa, 03 Apr 2018 - 14:55:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Soal Sukmawati, Mardani: Selesaikan Sambil Ngopi Bareng

89mardani-ali-sera-pks2.jpg
Mardani Ali Sera (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, puisi 'Ibu Indonesia' Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung tentang azan dan cadar merupakan otokritik.

Mardani pun enggan membahas persoalan ini terlalu jauh.

"Saya anggap puisinya mba Sukma otokritik. Mungkin mba Sukma ga terlalu mengira bahwa di sebagian orang azan dan hijab juga indah, buat kami inilah Indonesia kita harus toleran," kata Mardani saat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Oleh karenanya, ia mengimbau semua pihak tidak membuat situasi makin gaduh. Sukmawati pun, saran Mardani, harus meminta maaf dengan tulus.

"Usul saya penyelesaian bukan di jalur hukum atau minta maaf, tapi di jalur silaturahim, jalur ketemuan, ngopi bareng, ngeliwet bareng, kalau perlu maulidan bareng, sehingga mba Sukma tahu ada orang Islam yang sedikit sensitif," paparnya.

Sementara Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Ledia Hanifa menyebut, puisi merupakan hasil ekspresi pemikiran dan hati. Namun ekspresi itu, jangan memicu konflik dimasyarakat.

"Kita juga tetap harus melihat, bahwa ada hal-hal yang kemudian bisa memicu, menggelitik banyak orang yang merasa tersinggung dengan sejumlah ucapan kalimat dalam puisi itu," terang dia.

Ledia mengingatkan seharusnya Sukmawati berhati-hati menyampaikan ekspresi. Bahkan, dalam beberapa bait putri Soekarnoputri itu membandingkan Azan dengan kidung.

"Ketika kita bicara soal azan, azan itu kan bagian dari panggilan beribadah, yang terkait ibadah itu sebaiknya tidak diangkat-angkat, dalam konteks dipertentangkan," ungkapnya.(yn)

tag: #penistaan-agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Politisi NasDem Ahmad Sahroni Sesalkan Penundaan Pengesahan RUU PKS

Oleh windarto
pada hari Minggu, 05 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dikeluarkan dari Program Legislasi Nasional ...
Berita

Pengamat Ini Sebut Indonesia Tak Pernah Sungguh-sungguh Reformasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS), Gde Siriana Yusuf, menilai reformasi yang dibangun pasca jatuhnya rezim Soeharto hingga kini tak pernah ...