Berita
Oleh ferdiansyah pada hari Jumat, 06 Apr 2018 - 11:10:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Polri-TNI Kerahkan 6.500 Personel Amankan Aksi Puisi Sukmawati

84ArgoYuwono.jpg
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Polri dan TNI mengerahkan 6.500 personel untuk mengamankan aksi protes terhadap putri Presiden RI pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, terkait pembacaan puisi kontroversial berjudul "Ibu Indonesia".

"Tempat (aksi) Bareskrim Polri," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Jumat (5/4/2018).

Sebelum menuju Badan Reserse Kriminal Polri di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, ia menjelaskan, massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Argo mengatakan perkiraan akan ada sekitar 1.000 orang yang mengikuti aksi tersebut.

Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar sebelumnya menyatakan akan mengerahkan massa berunjuk rasa untuk mendukung Polri menangani kasus Sukmawati.

Bernard menuturkan umat muslim telah menerima permohonan maaf Sukmawati terkait pembacaan puisi yang dianggap menyinggung pemeluk Islam.

Namun dia menegaskan bahwa laporan ke kepolisian sebagai upaya hukum terhadap Sukmawati harus tetap berjalan supaya kasus serupa tidak berulang.

Bernard menjamin aksi menyampaikan pendapat di muka umum itu akan berlangsung tertib dan tidak akan menimbulkan kegaduhan maupun kericuhan.(plt/ant)

tag: #penistaan-agama  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Polisi Uber Pembunuh Editor Metro TV, Belasan Orang Diperiksa

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 11 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Polisi menduga kuat editor Metro TV Yodi  Prabowo tewas dibunuh. Ada luka bekas tusukan di leher dan dada. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus ...
Berita

Pengamat Ini Duga Ancaman Reshuffle Berkaitan Dengan Penolakan RUU HIP

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-  Pakar Komunikasi Politik Kennorton Hutasoit menilai, ancaman reshuffle Presiden Jokowi bisa terjadi di bulan Juli hingga Agustus. Pasalnya di bulan tersebut Presiden ...