Berita
Oleh Sahlan pada hari Selasa, 01 Mei 2018 - 08:39:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Golkar: KPK Harus Usut Nama-Nama yang Disebut di Sidang KTP-el

69ahmad-doli.jpg.jpg
Ahmad Doli Kurnia (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan, partainya tidak terlibat dalam kasus korupsi KTP-el, yang menyeret mantan Ketum Golkar Setya Novanto.

"Bahwa secara institusi, Partai Golkar tidak terlibat sama sekali dengan kasus tersebut," kata Doli saat dihubungi, Selasa (1/5/2018).

Apa lagi, kata Doli, mantan Ketum Golkar Aburizal Bakrie sudah membantah terhadap keterangan Novanto, yang kemudian disusul adanya klarifikasi Novanto yang menyatakan tidak ada aliran dana e-KTP ke Golkar.

"Menyimpulkan bahwa kasus tersebut hanya melibatkan oknum individu per individu," kata Doli.

Kedua, lanjut Doli, seharusnya KPK harus lebih fokus mendalami keterlibatan nama-nama yang sering disebut dan sudah menjadi konsumsi publik, ketimbang membuka penyelidikan baru dalam kasus KTP-el. (Baca juga: KPK Usut Dugaan Aliran Dana KTP-el ke Golkar Jateng)

"KPK jauh lebih penting memastikan posisi dan status nama-nama itu, terlibat atau tidak terlibat, tentu dalam koridor hukum dibandingkan dengan melakukan pengembangan kasus yang baru. Jangan sampai pula pendalaman kasus itu seperti ada kesan penggiringan kepada keterlibatan institusi," ucapnya.

"Sekali lagi kami tegaskan bahwa Partai Golkar mempunyai komitmen mendukung KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut, dan kami pastikan bahwa tidak ada perintah atau keterlibatan partai dalam urusan oknum-oknum yang melakukan tindak pidana pelanggaran hukum," tambahnya.

KPK saat ini tengah mendalami aliran dana ke Partai Golkar sebagaimana kesaksian Setya Novanto dalam persidangan kasus KTP-el.

Novanto mengatakan, dana e-KTP juga mengalir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Bali pada 2016. Uang tersebut berasal dari PT Biomorf Mauritius dan diterima Irvanto Hendra Pambudi. Irvanto sendiri merupakan penyelenggara Rapimnas dan membutuhkan uang sebesar Rp 5 miliar. “Rp 5 miliar itu untuk Rapimnas, itu diberikan ke panitia,” kata Novanto.

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie membantah keterangan Setya Novanto. "Itu saya bisa pastikan sejuta persen," kata Ical panggilan Aburizal saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/3/2018).(yn)

tag: #korupsi-ektp  #partai-golkar  #kpk  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Irwan Desak Kemendes Percepat Penyaluran BLT Dana Desa

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI Irwan terus mendorong Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk segera menyalurkan semua bantuan langsung tunai ...
Berita

DPR Kaji Draf Perpres Pelibatan TNI dalam Penanggulangan Terorisme

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi III DPR akan mengkaji draf peraturan presiden (Perpres) tentang pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme. Perpres yang diajukan oleh Kementerian Hukum dan HAM ...