Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Selasa, 15 Mei 2018 - 11:33:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Kader Hanura Tuding Bom Surabaya Ditunggangi Politisi

68Inas-Nasrullah-Hanura.jpg.jpg
Inas Nasrullah Zubir (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mengaku kecewa terhadap sejumlah politisi yang memanfaatkan tragedi bom Surabaya untuk menyerang Jokowi, sebagai bakal kandidat calon presiden 2019.

Inas menyatakan, tidak selayaknya para politisi berkomentar seolah-olah mengutuk teroris, namun secara implisit malah membela para teroris tersebut.

"Peristiwa kekejian terhadap kemanusiaan ini telah dimanfaatkan oleh politisi-politisi yang berseberangan pilihan politiknya dengan pemerintah untuk dijadikan senjata melawan pemerintahan yang sah dipimpin oleh Jokowi," tandas Ketua Fraksi Hanura di DPR itu dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/5).

"Kita terkejut ketika membaca argumen-argumen politisi tersebut yang isinya cenderung memberikan angin kepada pelaku teror dengan argumen yang seolah-olah mengutuk teror tersebut tapi secara implisit membela dan mendukung kelompok teroris tersebut dimana seolah-olah para teroris tersebut adalah umat Islam yang difitnah dan diadu domba," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR itu menduga, ada kalangan politisi tertentu yang justru telah bergerak melakukan komunikasi dengan para teroris sebelum terjadinya peristiwa keji di Surabaya tersebut.

"Indikasi tersebut bisa kita kaitkan dengan tertangkapnya anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi PKS oleh Densus 88 di bandara Juanda," ujar Inas.

Selain itu, yang lebih mengherankan bagi Inas, tidak ada statemen apapun terhadapa peristiwa keji tersebut baik dari Prabowo, Gatot Nurmantyo, AHY maupun Anies Baswedan.

"Padahal mereka sedang menggadang-gadang diri mereka untuk mencalonkan diri dalam pilpres 2019. Selain itu, ada apa dengan Amien Rais? yang selama ini lantang menyerang Jokowi tapi tidak bersuara terhadap peristiwa keji di Surabaya tersebut," herannya.

Inas menegaskan, sebagai bangsa yang bernurani dimana Islam sebagai agama terbesar di Indonesia, tidak ada alasan apapun untuk melakukan pembenaran dan pembelaan terhadap perbuatan biadab tersebut, bahkan harus menjadi kewajiban bagi politisi-politisi serta bakal calon-calon presiden 2019 untuk menyuarakan perlawanan mereka kepada terorisme dan memberikan empati kepada para korban dan keluarganya.

"Kita sangat ingin agar tindakan terorisme ini dapat semakin diminimalisir bahkan dimusnahkan di bumi Nusantara ini, karena itu, seluruh fraksi di DPR-RI yang mendukung pemberantasan terorisme, harus segera mendorong diparipurnakan-nya RUU Pemberantasan Terorisme," pungkas dia.(yn)

tag: #bom-surabaya  #partai-hanura  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I: Mau Dibawa ke Mana TVRI?

Oleh Bachtiar
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyesalkan sikap Dewan Pengawas (Dewas) TVRI yang tetap memilih Direktur Utama (Dirut) TVRI baru-baru ini. Untuk diketahui, Iman ...
Berita

Menteri PPN: Bali Akan Dibuka Kembali Untuk Wisatawan Juli Mendatang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso manoarfa mengatakan bahwa pemerintah akan membuka kembali aktivitas bisnis di Bali untuk menarik minta wisatawan ke sana, ...