Berita

Eni Maulani Saragih yang Diciduk KPK adalah Istri Bupati Terpilih Temanggung

Oleh Alfian Risfil pada hari Sabtu, 14 Jul 2018 - 01:10:32 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

10eni-maulani-saragih-saat-bersama-suaminya-muhammad-al-khadziq_20180713_212639.jpg.jpg

Eni Maulani Saragih (baju kuning) saat bersama suaminya Muhammad Al Khadziq (baju putih) tengah kampanye di Kabupaten Temanggung beberapa waktu lalu. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politisi Golkar yang dikenal ahli Migas, Eni Maulani Saragih dicokok KPK di kediaman Menteri Sosial Idrus Marham, Jumat (13/7/2018) sore.

Wakil Ketua Komisi VII itu diciduk terkait dugaan kasus korupsi diduga terkait perkara yang berkaitan dengan tugas Eni di Komisi VII DPR. Ruang lingkup kerja Komisi itu adalah energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.

Perempuan berparas cantik itu diketahui merupakan istri Bupati terpilih Temanggung, Jawa Tengah, Muhammad Al Khadziq.

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara KPU Kabupaten Temanggung, Rabu (4/7/2018), menyatakan Al Khadziq yang berpasangan dengan Heri Ibnu Wibowo menang Pilkada Temanggung, Jawat Tengah.

Paslon tersebut diusung Golkar, Gerindra, PPP, dan PAN itu mengantongi 258.734 suara.

Suami Eni, Muhammad Al Khadziq merupakan mantan wartawan Yogya Pos ini mengungguli dua paslon lainnya, yakni paslon nomor urut 1 petahana bupati Bambang Sukarno-Matoha (PDI-P, PKB) yang mendapat 156.576 suara.

Lalu, paslon nomor urut 2 Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi (Nasdem, Hanura, Demokrat) dengan perolehan 60.988 suara. Irawan Prasetyadi merupakan petahana wakil bupati Temanggung.

Rekapitulasi yang diselenggarakan di Pendopo Pengayoman Pemkab Temanggung itu terungkap juga paslon Khadziq-Bowo sukses di 17 dari 20 kecamatan di wilayah ini.

Sementara itu Eni Saragih selama ini dikenal sebagai politikus Partai Golkar yang vokal dan getol selalu memperjuangkan hak rakyat untuk mendapatkan listrik. 

Dalam Pileg 2014 lalu, Eni mewakili Dapil X Jawa Timur, meliputi Lamongan, dan Gresik. Namun, ia sendiri tinggal di Larangan Indah, Larangan, Kota Tangerang, Banten. 

Eni saat ini menjabat Wakil Ketua Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup.  

Sementara di Golkar, Eni menjabat sebagai Ketua Bidang Energi dan Energi Terbarukan. Eni selama ini memang ahli dalam bidang perminyakan dan gas (migas).

Dia merupakan alumni IKIP JAKARTA tahun 1994 dan memperoleh gelar magister di Universitas Tri Sakti pada 2013. 

Eni juga pernah memiliki berbagai jabatan di beragam organisasi, misalnya Bendahara Umum DPP KNPI periode 2002-2005, Wakil Bendahara Pengajian Al-Hidayah 2004-2009, dan Wakil Ketua Umum MKGR periode 2015-2019.

Selain aktif di berbagai organisasi, Eni tercatat menjabat komisaris di sejumlah perusahaan. Antara lain PT Raya Energy Indonesia pada 2011-2014 dan PT Nugas Trans Energy, juga pada tahun yang sama.

Eni telah bertugas di Komisi VII sejak awal periode 2014-2019. Meski demikian, Eni pernah digeser ke Komisi II pada 2015.

Pada 2018, tepatnya Maret, Eni kembali masuk ke Komisi VII. Kali ini dia dipercaya oleh Fraksi Golkar sebagai Wakil Ketua.

Ironis, baru sekitar empat bulan menjabat Wakil Ketua Komisi VII, perempuan kelahiran di Jakarta pada 13 Mei 1970 itu malah terjaring OTT KPK. 

Eni disebut diamankan bersama 8 orang lainnya di Jakarta. Dia ditangkap KPK pada Jumat (13/7/2018) sore saat menghadiri acara ultah anak Idrus Marham di kediaman Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. 

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK juga menangkap 8 orang lainnya. KPK juga turut menyita uang Rp 500 juta. (Alf)

tag: #partai-golkar  #komisi-vii  #dpr  #kpk  

Bagikan Berita ini :