Hadapi Persaingan Kerja, FH UBK Bekali Mahasiswa Pelatihan Hukum
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Senin, 16 Jul 2018 - 20:16:45 WIB

Bagikan Berita ini :

66IMG-20180716-WA0113.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Pelatihan keterampilan hukum di Auditorium Kampus UBK, Cikini, Jakarta Pusat.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK) menyelenggarakan pelatihan keterampilan hukum pada tanggal 12-14 Juli 2018, di Auditorium Kampus UBK, Cikini, Jakarta Pusat. 

Acara ini diselenggarakan Fakultas Hukum UBK bekerjasama dengan Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha).

Ketua Alpha, Yovita Arie menyatakan, bahwa hukum sebagai produk sosial, dapat menjadi sebuah instrumen hukum.

"Atau hanya menjadi seperangkat pasal yang tercabik di keranjang sampah, sangatlah tergantung pada masyarakat sebagai subyek, pembuat dan pelaku hukum itu sendiri," kata Yovita, Jakarta, Senin, (16/7/2018). 

"Hukum juga harus implementatif, sinergi antara teori, asas, dan tataran praktis," sambungnya.

Karena itu, lanjutnya, pelatihan keterampilan hukum yang diselenggarakan oleh Alpha bersama UBK ini adalah upaya untuk menjadikan sarjana hukum menjadi insan cerdas baik dibidang kajian akademik maupun praktisi di masyarakat.

"Paradigma berhukum yang diusung dalam pelatihan ini adalah menjadi sarjana hukum yang pancasilais, penegak nilai-nilai kebangsaan yang tidak lekang oleh waktu, dan punya komitmen," tegas dia.

Ditempat yang sama, Dekan FH UBK Daniel Panda menyatakan, bahwa Fakultasnya sangat mendukung atmosfir akademik.

"Termasuk menyiapkan alumni UBK yang siap bekerja di tengah masyarakat, kegiatan ini merupakan implementasi dalam menjalankan Surat Keterangan Pendamping Ijazah(SKPI)," tukasnya. (Alf)

tag: #  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING