Gerindra Balas Ledekan PSI Soal Nama Koalisi Prabowo-Sandi
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 19 Sep 2018 - 10:56:59 WIB

Bagikan Berita ini :

74habiburokhman.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Habiburokhman

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni meledek nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Ia menyebut nama tersebut jadul, Partai Gerindra pun membalas ledekan tersebut.

"Saya khawatir justru cara berpikir Raja Juli yang jadul. Mengabaikan prinsip keadilan dan kemakmuran itu salah satu ciri rezim despotik sebelum reformasi," kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (19/9/2018).

Habiburokhman menegaskan, nama koalisi Prabowo-Sandi mencerminkan kebutuhan masyarakat saat ini. Masyarakat diklaim Habiburokhman butuh keadilan dan kemakmuran.

"Pengalaman saya ketemu masyarakat tiap hari dua isu tersebut adalah perhatian utama kaum milenial saat ini," kata dia.

"Mereka resah dengan situasi saat ini di mana sulit mencari pekerjaan sehingga belum merasakan keadilan ekonomi," imbuh Habiburokhman.

Raja Juli disebut Habiburokhman mesti banyak belajar.

"Jadi Raja Juli mesti belajar bahwa kalau bicara milenial jangan hanya soal sneakers, jins, jaket atau gaya hidup saja, tapi yang substantif seperti lapangan pekerjaan atau bagaimana mereka bisa berdaya secara ekonomi," sindir Habiburokhman.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meledek nama Koalisi Indonesia Adil dan Makmur milik kubu Prabowo Subianto. Nama koalisi tersebut dinilai ketinggalan zaman.

"Nama koalisi Prabowo-Sandi, Koalisi Adil dan Makmur, sangat jaman dulu (jaman dulu). Terdengar seperti jaman penataran 4P pada masa orde baru," kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan.(yn)

tag: #prabowosandiaga  #psi  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING