Berita
Oleh M. Anwar pada hari Selasa, 23 Okt 2018 - 23:06:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Akhirnya, Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid Minta Maaf

8320181023_225721.jpg.jpg
Tiga anggota Banser pelaku pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, saat menyampaikan permohonan maaf di Polres Garut. (Sumber foto : Ist)

GARUT (TEROPONGSENAYAN) --Tiga orang anggota Banser pelaku pembakaran bendera tauhiddi Garut, Jawa Barat, menyampaikan permohonan maaf.

Ketiganya mengaku, bahwa pembakaran tersebut dilakukan karena bendera tersebut dikira bendera HTI.

Ketiga pelaku memberikan keterangan kepada wartawa di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Selasa (23/10/2018).

Namun, identitas ketiga orang itu dirahasiakan polisi. Saat ini mereka masih berstatus saksi.

Saat memberikan keterangan, wajah mereka pun ditutup masker.

"Di sini saya ingin jelaskan, tidak banyak. Pertama, peristiwa pembakaran bendera yang dikalim bendera tauhid itu merupakan respons spontanitas kami. Tidak ada kaitannya sedikit pun dengan kebijakan Banser," kata pria berkaus putih polos itu.

Pembakaran bendera berkalimat tauhid terjadi saat gelaran Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Limbangan, Senin (22/10/2018) pagi.

Dia menyebut pembakaran terjadi karena bendera HTI dilarang pemerintah.

"Yang kedua, bendera yang kami bakar itu ketika HSN kemarin, itu merupakan bendera yang terlarang oleh pemerintah, yaitu bendera HTI," katanya.

Selain klarifikasi, pria berperawakan jangkung itu mewakili dua teman sebelahnya, meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Ketiga, mungkin saya di sini minta maaf kepada seluruh masyarakat, wabil khusus umat Islam apabila peristiwa ini menjadikan ketidaknyamanan," ujarnya.

Tidak ada sesi tanya jawab. Ketiganya kemudian kembali digiring polisi memasuki salah satu ruangan di Blok Satreskrim Polres Garut. (Alf)

tag: #banser  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

DPR: PLN Rampok Uang Rakyat Melalui Tagihan Listrik

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 06 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tagihan listrik beberapa hari terakhir jadi pembicara publik. Kenaikannya dinilai di luar kewajaran, hingga mencapai 400% persen. Kenaikan yang besar itu mengundang ...
Berita

Advokat Muda Ini Desak Pemprov DKI Jakarta Ubah Pengecualian SIKM

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sejumlah kalangan advokat mengaku resah dengan kebijakan SIKM yang tertuang dalam surat edaran dari pemerintah provinsi DKI Jakarta yang ditandatangani Sekda Pemprov DKI ...