Bisnis

Telkom Raih Dua Penghargaan ASEAN Engineering Award 2018

Oleh Krista Riyanto pada hari Sabtu, 17 Nov 2018 - 08:25:39 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

28telkompenghargaan.jpeg

Direktur Digital and Strategic Portfolio Telkom David Bangun (paling kiri) bersama Direktur Wholesale and International Service Telkom Abdus Somad Arief (kedua dari kiri) saat menerima penghargaan ASEAN Engineering Award 2018 untuk Telkom yang diserahkan oleh Chairman of The ASEAN Federation of Engineering Organisations (2018) Yeoh Lean Weng (Kedua dari kanan) dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Hermanto Dardak (tengah) di Singapura (14/11). (Sumber foto : Ist-Telkom)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendapat penghargaan pada acara ASEAN Engineering Award dalam Conference of ASEAN Federation of Engineering Organization (CAFEO-36) yang berlangsung di Singapura, Rabu (14/11/2018), karena
berkomitmen membangun infrastruktur telekomunikasi digital untuk menciptakan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia.

Penghargaan diserahkan oleh Chairman of The ASEAN Federation of Engineering Organisations (2018) Yeoh Lean Weng dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Hermanto Dardak kepada Direktur Digital and Strategic Portfolio Telkom David Bangun dan Direktur Wholesale and International Service Telkom Abdus Somad Arief pada ajang ASEAN Engineering Award dalam Conference of ASEAN Federation of Engineering Organization (CAFEO-36) yang berlangsung di Singapura, Rabu.

CAFEO adalah forum untuk berbagi dan diskusi pengalaman dan keahlian para insinyur di seluruh ASEAN sekaligus untuk menciptakan kesadaran dan kepedulian pada tren dan pengembangan terkini di bidang rekayasa dan teknologi. Telkom meraih dua kategori penghargaan dalam dua proyek pembangunan infrastruktur, yakni penyediaan link broadband berkecepatan tinggi untuk Indonesia Timur melalui Sulawesi Maluku
Papua Cable System (SMPCS) dan keberhasilan perancangan, pembangunan, peluncuran, dan pengoperasian Satelit Merah Putih yang mampu memperluas akses internet hingga ke wilayah pelosok Indonesia.

David Bangun mengatakan, penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras Telkom dalam membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

“Telkom tidak hanya membangun di Pulau Jawa dan Sumatera saja, tetapi juga di luar Jawa, khususnya kawasan timur Indonesia,” ujar David.

Abdus Somad Arief menerangkan, Infrastruktur backbone fiber optic milik Telkom yang didukung satelit, serta sistem terestrial, saat ini sudah menjangkau sebagian besar wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan begitu, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah dapat menikmati akses komunikasi dan layanan internet kecepatan tinggi.

Kehadiran Satelit Merah Putih, katanya, juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transponder nasional dan mengurangi kesenjangan digital di Indonesia. Satelit ini Merah Putih menghadirkan layanan komunikasi broadband di area-area yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optic maupun sistem komunikasi lainnya, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Selain membangun infrastruktur domestik, Telkom juga menggelar sistem komunikasi kabel laut diantaranya South East Asia – Middle East – Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5) dan Southeast Asia –
United States (SEA-US). Untuk menghubungkan wilayah Asia, Eropa, dan Amerika, saat ini Telkom juga tengah menyelesaikan sistem kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG). Seluruh jaringan yang dibangun Telkom mampu menjadikan Indonesia sebagai global digital hub.

“Jaringan infrastruktur yang telah dibangun Telkom, baik domestik maupun internasional, menjadi kekuatan Telkom dalam menghadirkan layanan telekomunikasi digital berkualitas bagi pelanggan, serta berkontribusi memajukan ekonomi digital nasional. Semoga prestasi yang telah diraih ini dapat memotivasi Telkom untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan turut meningkatkan daya
saing Indonesia di kancah global,” demikian pungkas Abdus Somad Arief.

Melengkapi prestasi yang telah diraih di bidang Infrastruktur Telekomunikasi, Telkom juga memenangkan penghargaan Economic Challenges Awards 2018 untuk kategori Industri Infrastruktur. Penghargaan diterima langsung oleh Abdus Somad Arief di Jakarta, Selasa (13/11).

Penghargaan ini diberikan karena di era digital ini, Telkom dinilai telah berkontribusi terhadap kemajuan teknologi nasional dan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia melalui berbagai
pembangunan infrastruktur broadband.

Karyawan Peroleh Penghargaan
Selain memperoleh penghargaan untuk kategori korporasi, enam karyawan Telkom juga meraih empat penghargaan untuk kategori individu. Penghargaan tersebut diraih atas inovasi-inovasi yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan industri di era serba digital seperti saat ini. Penghargaan tersebut juga diserahkan pada ajang CAFEO di Singapura, Rabu (14/11).

Berikut daftar karyawan beserta inovasinya yang berhasil menambah daftar prestasi Telkom pada ajang ASEAN Engineering Award 2018:
1. Alden Hariyanto Putra sebagai inovator yang berhasil merancang The Arkademy, yaitu startup digital untuk sektor pendidikan di Indonesia, guna membangun generasi teknologi yang kuat di masa depan.

2. Muhammad Sigit Pramudya sebagai inovator yang berhasil merancang The Big Box, startup digital untuk platform Big Data yang mampu mengintegrasikan beragam teknologi Big Data dan Service Providers.

3. Setyo Budi Agung dan Bayu Dharmawan sebagai inovator yang sukses merancang Speed On Demand Facility untuk pengguna internet.

4. David Gunawan dan Ibrahim Zein Abdillah sebagai inovator yang berhasil merancang sistem pada perangkat penyambungan PBX System untuk pengguna telepon tetap.(plt)

 

tag: #pt-telkom  

Bagikan Berita ini :