Ragam

Kota Tua, Dari Dekrit Ali Sadikin Hingga 'Cosplay' Pahlawan

Oleh Jihan Nadia pada hari Kamis, 29 Nov 2018 - 12:51:41 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

91kotatua2.jpg

Kawasan Kota Tua, Jakarta (Sumber foto : Jihan Nadia - TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sederet bangunan klasik di kawasan Kota Tua tetap menyimpan daya pikat di tengah hiruk pikuknya Jakarta. Sebagai destinasi wisata, yang jaraknya sepelemparan batu dengan Stasuin Jakarta Kota, kawasan ini tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan, baik lokal maupun manca negara.

Inilah kawasan yang masih kental akan nuansa Jakarta tempo dulu.

Dari referensi sejarah, kawasan ini sudah berdiri sejak abad ke-15. Hingga kini, enam abad kemudian, kecantikan dan kekokohan bangunannnya masih bisa dilihat secara kasat mata.

Saat TeropongSenayan berkunjung ke kawasan ini, Jumat (23/11/2018), tak sedikit wisatawan tampak menikmati atmosfer masa silam diantara kemegahan gedung-gedung tua. Kunjungan wisatawan terbilang ramai, kendati bukan akhir pekan.

Pada awalnya, Kota Tua merupakan kawasan yang dibangun kolonial Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia. Kota Jakarta, yang saat itu dikenal dengan nama Batavia menjadi pusat perdagangan dari dalam maupun ke luar negeri lewat jalur pelayaran.

Seiring berjalannya waktu, pada 1972 Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di sana.

Kota Tua saat ini menjadi destinasi tempat wisata yang mengandung sejarah dan pengetahuan.Oleh karenanya kawasan ini cocok dijadikan sebagai tempat wisata untuk anak muda untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme.

Beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi di kawasan ini diantaranya Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa, dan sarana hiburan lainnya seperti rental sepeda, cosplay pahlawan, dan tempat jajanan.(plt)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :