Zoom

Pastikan Hadir di Monas, Haji Lulung Minta Reuni 212 Tak Dikaitkan dengan Politik

Oleh Alfian Risfil pada hari Sabtu, 01 Des 2018 - 20:38:20 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

402016_12_02-15_43_05_594e7cd5fda87c163bee9d1be2c00bfc_960x640_thumb.jpg.jpg

Ilustrasi Aksi 212 di Monas (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham 'Lulung' Lunggana memastikan dirinya akan datang ke acara Reuni Akbar 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018) besok.

Bahkan, Haji Lulung mengaku akan hadir bersama ribuan warga Tanah Abang untuk bergabung dengan mujahid-mujahid dari luar daerah.

"Pasti (datang), saya kan alumni mujahid 212. Saya bersama ribuan warga Tanah Abang siap menyambut para mujahid dari luar daerah," kata Haji Lulung dikonfirmasi TeropongSenayan, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Tak hanya itu, Ketua DPP Pemuda Panca Marga (PPM) ini juga akan mengerahkan ratusan personel PPM untuk membantu aparat keamanan dan panitia selama acara berlangsung.

"Saya minta mereka (PPM) ikut menjaga area Monas dan sekitarnya supaya tidak ada gangguan yang berpotensi menimbulkan gesekan antar umat," ungkapnya.

Saat disinggung soal penolakan sekelompok massa yang sempat menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut izin pelaksanaan reuni 212, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/11/2018) lalu, Haji Lulung tersenyum.

Menurutnya, mereka yang berunjuk rasa tak setuju Reuni 212 merupakan bagian dari ekspresi berdemokrasi. 

"Kalau menurut saya, 212 ini hak warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi. Apalagi, ini untuk memperingati kejadian yang sangat penting bagi umat, yakni melawan penistaan agama yang sempat mengancam dan mengoyak persatuan anak bangsa dan NKRI," terang Haji Lulung.

"Jadi, pesan 212 jelas, tidak boleh ada penistaan terhadap Agama apapun di Indonesia, bukan hanya Islam. Nah, ini sekarang diperingati, namanya reuni 212," katanya.

Karena itu, dia mengaku heran, bila ada pihak-pihak yang memandang remeh apalagi mencurigai kegiatan reuni dengan mengaitkannya dengan politik praktis.

"Tidak ada hubungannya dengan politik. Ini reuni dan silaturrahmi antar ulama, ustadz, dan tokoh bangsa bersama umat, demi menjaga persatuan umat dan menjaga kerukunan umat bergama di Indonesia. Karena bagi umat Islam, memelihara kerukunan adalah cermin kebangsaan yang paling inti. Jangan rendahkan 212 dengan soal remeh temeh politik, itu (politik).soal kecil," ucap Haji Lulung.

Lebih jauh, Haji Lulung juga mempertanyakan sejumlah pihak yang memandang sebelah mata Reuni 212.

Bagi Haji Lulung, Reuni 212 bukan hanya ajang silaturahmi biasa, tetapi juga mengandung pesan penting dalam memperingati peristiwa yang terjadi pada 2 Desember tahun 2016 lalu, saat mantan Gubernur Jakarta, Basuki Thahaja Purnama (Ahok) menistakan kitab suci agama Islam lewat pidatonya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, yang mengutip QS. Al-Maidah: 51.

"Meskipun saat Aksi 212 (2016) itu mungkin saya cuma buih dalam gelombang lautan umat Islam. Tapi, saya jelas ada pada posisi membela keimanan, keyakinan dan kesucian agama yang saya yakini," Haji Lulung menegaskan. 

Lebih jauh, dia menjelaskan, bagi umat Islam Reuni 212 kini sudah menjadi simbol perjuangan umat dalam menjaga dan mengamalkan kebebasan beragama di Indonesia sesuai konstitusi, yang diatur dalam Pasal 28E ayat (1) UUD 1945.

“Setiap orang bebas memeluk agama dan meyakini kepercayaan dan beribadah menurut agama dan keyakinannya. Dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama," beber mantan Wakil Ketua DPRD DKI itu.

"Namun, kalau sekarang ada pihak yang menganggap aksi ini tidak penting, ya tidak apa-apa. Tapi, bagi kami (alumni) ini justru sangat penting. Karena kami tidak rela satu ayat dalam Al-Qur'an dinista oleh siapapun," sambung dia.

Selain itu, Haji Lulung juga berpesan, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari aksi reuni 212. Karena kegiatan itu hanya akan diisi dengan dzikir, tausiyah dan doa keselamatan untuk bangsa dan Negara.

"Makanya, sekali lagi, kalau pun ada yang tidak setuju, janganlah mencaci dan menghina aksi ini. Anda tidak akan menjadi lebih mulia dan terhormat dengan menghina aksi ini," pungkasnya. (Alf)

tag: #aksi-212  #haji-lulung  

Bagikan Berita ini :