Berita

Ternyata, Tol Trans Jawa yang Dibanggakan Jokowi Justru Sebagian Dibangun Sandiaga Uno

Oleh Ferdiansyah pada hari Minggu, 30 Des 2018 - 23:09:04 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

58jokowi 7.jpg.jpg

Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat melihat hasil pembangunan jalan tol. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Jalan Tol Trans Jawa yang kini dibanggakan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), telah tersambung dari Merak hingga Surabaya.

Namun, keseluruhan Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 933 km itu sebagian dibangun Sandiaga Salahuddin Uno ketika masih menjadi pengusaha.

Kebanggan itu terekam dalam video log (Vlog) Jokowi yang diunggah lewat akun twitternya @jokowi pada Jumat (28/12/2018) siang.

Jokowi menyebut Jalan tol yang dibangunnya itu telah menyambungkan wilayah seluruh provinsi di Pulau Jawa yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah hingga Jawa Timur.

"Jakarta sampai Surabaya telah tersambung dengan jalan tol Trans Jawa. Rakyat senang, para pekerja yang membangun infrastruktur besar ini juga ikut bergembira. Lihatlah wajah para petugas lapangan pembangunan konstruksi Jembatan Kali Kuto ini," tulis Jokowi melengkapi video yang turut diunggahnya.

Dalam grafis yang terdapat di dalam Vlog tersebut, jalan tol yang kini membentang mulai dari Merak hingga Pasuruan sejauh 933 kilometer itu akan dilanjutkan hingga Banyuwangi pada tahun 2021 mendatang.

"Yang jelas jalan tol ini akan membuat kita lebih cepat, lebih mudah dan juga lebih murah," ungkap Jokowi mengawali vlognya.

Dalam video tersebut, Jokowi yang didampingi oleh sang istri, Iriana Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono terlihat meninjau ruas Jalan Tol Trans Jawa di Semarang-Batang, Jawa tengah.

"Sore hari ini, saya berada di ruas Tol Trans Jawa di Semarang-Batang. di kalikuto. Ini jembatan Kalikuto, ini, ini, ini, ini. Ini saya dengan para pelaksana-pelaksana di lapangan. Mereka semuanya sangat senang karena Surabaya-Jakarta, Jakarta-Surabaya telah tersambung," ungkap Jokowi menunjukkan ekspresi para pekerja yang berada di belakangnya.

"Ini adalah sejarah baru transportasi Indonesia karena sudah tersambung dari Merak sampai di Grati, di Pasuruan, dari Jakarta ke Surabaya. Kita harapkan dampak dari selesainya Jakarta-Surabaya, Merak-Grati inibetul-betul memiliki dampak ekonomi yang baik terhadap kita semuanya," jelas Jokowi dalams esi wawancara.

Berbeda dengan Jokowi yang membangun lewat utang negara, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan pembangunan dapat dilakukan tanpa utang.

Hal tersebut katanya sangat mungkin, sehingga tidak membebani anggaran negara.

Hal tersebut disampaikan Sandi ketika berkunjung ke acara Maulid Nabi di Rantau Prapat Labuhan Batu, Sumatera Utara pada Selasa (11/12/2018).

Sandi yang diketahui merupakan mantan investor infrastruktur itu mengaku pernah menjalankannya sejumlah proyek besar tanpa membebani uang rakyat.

Sandi berjanji apabila dirinya terpilih bersama capres Prabowo Subianto, pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia tetap dilanjutkan dan ditingkatkan.

Namun, dengan pendekatan yang berbeda, Sandi menjelaskan pendekatan yang dimaksud adalah mengandalkan sektor kemitraan dengan swasta atau lewat penganggaran dengan dana jangka panjang.

“Saya pernah turut membangun infrastruktur jalan tol Cipali 116 kilometer tidak memakai uang negara dan membebani utang untuk negara dan BUMN,” jelas Sandi.

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, kuncinya melibatkan dunia usaha dan swasta. Bukan hanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ataupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di samping dana swasta murni, pemerintah katanya juga dapat mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dengan swasta dalam skema Public Private Partnership (PPP).

Hanya saja, walau skema PPP atau KPBU sudah ada dasar hukumnya, tetapi saat ini belum maksimal dalam implementasinya. Proyek-proyek insfrastruktur dengan skema PPP belum dioptimalkan sehingga banyak yang terlambat diputuskan.

“Skema ini biasa didanai dengan system availability payment atau concession. Untuk memastikan tata kelola yang baik, good governance, skema ini juga bisa dilakukan dengan pola solicited atau unsolicited,” jelas Sandi.

Tol Trans Jawa Sepanjang 933 Km Sudah Sepenuhnya Beroperasi

Setelah beberapa hari lalu diresmikan, sejumlah ruas jalan tol yang masuk dalam Jalan Tol Trans Jawa sudah sepenuhnya beroperasi.

Tol Trans Jawa dari Merak-Grati (Pasuruan) sepanjang 933 Km itu diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, barang dan jasa di Pulau Jawa menjadi makin mudah dan cepat.

Pasalnya, Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak hingga Grati ini dapat ditempuh dalam waktu lebih singkat.

Selain itu, Tol Trans Jawa ini sudah dapat digunakan untuk mobilitas arus mudik dan arus balik saat libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Dari total 1.150 Km Tol Trans Jawa, sepanjang 933 Km Tol Trans Jawa telah tersambung sepenuhnya dari Merak-Grati (Pasuruan).

"Ada 20 ruas tol dari Merak hingga Pasuruan yang sudah dapat dilintasi saat ini," kata Senior Specialist Corporate Communications PT Jasa Marga, Irra Susiyanti, Minggu (23/12/2018).

Proyek yang digagas sejak 23 tahun tersebut menyisakan 217 kilometer ruas tol yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Meskipun belum seluruhnya rampung namun ruas tol tersebut sebagian di antaranya sudah dapat di fungsikan.

Data dari Kementerian Perhubungan pada tahun 2016, lintas harian Jakarta-Surabaya mencapai 40.866 kendaraan per tahunnya.

Adanya Tol Trans Jawa ini memangkas jarak tempuh Jakarta-Surabaya yang biasanya 12 jam bisa ditempuh dengan jarak 9 jam.

Perkiraan total  tarif tol Rp 546.500 dari Merak-Jakarta (JORR Jakarta-Cikampek)-Surabaya, Jawa Timur.

Irra menjelaskan, beberapa ruas tol sudah terintegrasi sehingga pengguna jalan tol hanya bertransaksi 1 kali yang terbagi menjadi beberapa cluster.

Misalnya Merak-Tangerang dengan Tangerang-Jakarta sudah terintegrasi dan hanya melakukan pembayaran 1 kali.

"Sama seperti Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan ini juga sudah terintegrasi. Penguna jalan tol hanya berhenti untuk transaksi maksimal 2 kali," katanya.

"Selanjutnya nanti masuk cluster 2 entrace di GT Kali Kangkung Jalan Tol Batang Semarang, sedangkan Semarang-Solo dengan Semarang ABC juga sudah terintegrasi," ujar Irra.

Jika dibandingkan dengan harga tiket kereta Kelas Eksekutif misalnya Sembrani atau Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya berkisar Rp 430.000 pada hari biasa.

Namun pada high season seperti ini harga tiket cenderung meningkat bahkan habis.

Tol Trans Jaya ini diperkirakan berdampak positif bagi pemudik yang lebih memilih mengendarai kendaraan pribadi. 

Berikut Tarif Golongan 1 Tol Merak-Pasuruan;
1. Tanggerang-Merak Rp 41.000
2. Jakarta-Tangerang Rp 7.000
3. Jakarta Outter Ring Road Rp 15.000
4. Jakarta-Cikampek Rp 15.000
5. Cikopo-Palimanan Rp 102.000
6. Palimanan-Kanci Rp 12.000
7. Kanci-Pejagan Rp 29.000
8. Pejagan-Pemalang Rp 57.500
9. Pemalang-Batang Rp 5.500 (tidak termasuk SS Pemalang-Batang)
10. Batang-Semarang Rp (gratis sampai uji coba)
11. Semarang ABC Rp 5.000
12. Semarang-Solo Rp 33.000 (tidak termasuk ruas tol Salatiga-Kartosuro)
13. Solo-Ngawi Rp 90.000
14. Ngawi-Kertosono Rp 48.000 (tidak termasuk ruas Wilangan-Kertosono)
15. Kertosono-Mojokerto Rp 46.000
16. Mojokerto-Surabaya Rp 36.000
17. Surabaya-Gempol Rp 4.500
18. Porong-Gempol Rp 3000 (tidak termasuk ruas tol Porong-Pejapanan).
19. Gempol-Pandaan Rp 2.500 (tidak termasuk ruas JC Gempol IC Pandaan)
20. Gempol-Pasuruan Rp 23.000 (tidak termasuk ruas tol Pasuruan-Grati)

Perkiraan tarif tol:
1. Jakarta (Jakarta-Cikampek)-Semarang Rp. 226.000
2. Merak-Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek)-Semarang Rp. 289.000
3. Jakarta (Jakarta-Cikampek)-Surabaya Rp. 483.000
4. Merak-Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek) Surabaya Rp. 546.000
5.Jakarta (Jakarta-Cikampek)-Pasuruan Rp. 512.000
6. Merak-Jakarta (JORR-Jakarta-Cikampek)-Pasuruan Rp. 575.000

Komentar Fadli Zon Soal Pembangunan Jalan Tol oleh Jokowi

Keberhasilan Presiden Jokowi dalam membangun sejumlah infrastruktur rupanya masih dipandang miring oleh Fadli Zon.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia itu menyebut pembangunan yang dilakukan adalah kewajiban seorang pemimpin negara, bukan prestasi.

Kalimat nyinyir tersebut dituangkan Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon; pada Jumat (21/12/2018).

Lewat statusnya, politisi Partai gerindra itu justru menyebut efek samping pembangunan jalan dan jembatan yang dibangun selama pemerintahan Jokowi-sapaan Joko Widodo.

Menurut Fadli Zon, pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi saat ini berasal dari utang luar negeri.

Masalah yang diyakininya akan diwariskan kepada anak-cucu di masa yang akan datang.

Sedangkan, suksesnya Jokowi membangun jalan tol juga menurutnya sangat bermuatan kepentingan bisnis.

Karena menurutnya jalan tol adalah jalan berbayar, berbanding terbalik dengan asaaz pelayanan publik.

"Selamat pagi. Pemerintah mbangun infrastruktur spt jalan n jembatan dll itu mah kewajiban, bukan prestasi. Klu mbangun dr utang, itu mewariskan masalah generasi mendatang. Klu mbangun tol berbayar itu namanya bisnis bukan pelayanan," tulis Fadli Zon.

Buruknya pendapat soal utang yang dihasilkan Jokowi juga disampaikan Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaean lewat akun twitternya pada Kamis (20/12/2018).

Ferdinand menyebut pemerintahan Jokowi lebih buruk dibandingkan dengan pemerintahan Megawati periode 2001-2004 silam.

Pasalnya, neraca perdagangan mengalami defisit sebesar USD 7,5 miliar dolar atau setara Rp 10,8 triliun hanya dalam kurun waktu delapan bulan terakhir.

"Dulu sy sempat berpikir, Megawati adlh presiden terburuk. Ternyata saya salah, @jokowi masih lebih buruk. Jokowi presiden pertama yang berhasil membuat neraca dagang bangsa DEFISIT sebesar US$ 7 M. Luar biasa daya rusaknya terhadap ekonomi," tulis Ferdinand menautkan sebuah artikel tentang defisit ekonomi Indonesia.

Prestasi Jokowi

Terlepas dari pendapat miring yang disampaikan lawan poitik Jokowi, warga Indonesia, khususnya Pulau Jawa patut bersyukur atas penyelesaian jalan tol yang dibangun dari Batang, Jawa Timur hingga Surabaya, Jawa Timur.

Pembangunan jalan tol tersebut melanjutkan jalur Trans Jawa yang sebelumnya hanya sampai Cikopo-Palimanan-Batang yang dibangun PT Lintas Marga Sedaya (LMS), salah satu perusahaan konstruksi milik Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2.

Kabar baik itu disampaikan Jokowi lewat postingan twitternya, @jokowi; pada Kamis (20/12/2018). Jokowi yang didampingi oeh Ibu Negara. Iriana itu pun sempat menjajal mulusnya jalan tol baru tersebut dengan menumpang bus Damri.

"Jakarta-Surabaya kini tersambung dengan jalan tol 760 km. Pagi ini, dengan bus Damri yang melaju sampai 90 km/jam, saya menjajal ruas tol ini dari Surabaya melewati Mojokerto, Kertosono, Ngawi, Sragen, Solo, Salatiga, Semarang, sampai Kendal dan Batang. Benar-benar mulus," tulis Jokowi.

"Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 1.150 km dari Merak hingga Banyuwangi, kini sudah tersambung 933 km dari Merak ke Pasuruan. Sepanjang 616 km di antaranya dibangun pada 2015-2018. Ruas selebihnya, Pasuruan-Banyuwangi 217 km akan tuntas pada tahun 2021," tambahnya.

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, pembangunan infrastruktur j alan dan Jembatan selama pemerintahan Jokowi-JK, anatara lain jalan sepanjang 3.432 kilometer, jalan tol sepanjang 947 kilometer, jembatan sepanjang 39,8 kilometer dan jembatan gantung sebanyak 134 unit.

Selain itu, Kereta Api Jalur kereta api, termasuk jalur ganda dan reaktivasi sepanjang 754.59 Kilometer Spoor (km'sp).

Peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 413,6 km'sp serta pembangunan Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan dan Jakarta sekaligus Mass Rapid Transit yang rampung pada tahun 2019.

Tidak hanya itu, pemerintahan Jokowi diklaim telah membangun sepuluh bandar udara baru, antara lain Miangas, Letung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu.

Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah telah membangun sebanyak 19 pelabuhan baru, di mana delapan pelabuhan masih dalam tahap pembangunan dan direncanakan rampung pada tahun 2019.

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika mengatakan, pembangunan infrastruktur untuk konektivitas ini sudah mulai terlihat manfaatnya.

"Sudah mulai terjadi pertumbuhan penumpang yang artinya peningkatan konektivitas itu benar-benar terjadi," ujar Erani.

Pertumbuhan penumpang angkutan udara dari 2014 hingga 2017, kata dia, naik 6,5 persen, kereta api naik 8,9 persen, penyeberangan naik 1,3 persen, demikian pula Damri yang naik 1,7 persen.

"Demikian juga sudah mulai terjadi pertumbuhan angkutan barang yang artinya, daya saing ekonomi antar daerah juga mulai tumbuh," lanjut Erani.

Pertumbuhan angkutan barang dari 2014 hingga 2017 melalui jalur darat diklaim naik 3 persen, jalur angkutan laut naik 3 persen, dan angkutan udara naik 2,7 persen.

Adapun, angka yang paling tinggi adalah pertumbuhan angkutan barang melalui jalur kereta api, yakni sebesar 7,8 persen. (Alf/wartakota)

tag: #jokowi  #proyek-infrastruktur  #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :