Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Rabu, 16 Jan 2019 - 08:45:38 WIB
Bagikan Berita ini :

Efek Kenaikan Biaya Kargo, Ongkir JNE Lebih Mahal 20 Persen

75JNE.jpg.jpg
JNE (Istimewa) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Perusahaan jasa pengiriman barang PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) memutuskan untuk menyesuaikan tarif ongkos kirim (ongkir) sebesar 20 persen akibat naiknya biaya kargo pesawat.

Menurut Presiden Direktur JNE, M Feriadi, penyesuaian tarif pengiriman JNE ini berlaku pada layanan Regular, OKE dan YES mulai tanggal 15 Januari 2019 pukul 00:01 WIB.

"Besaran kenaikan tarif berlaku buat Jabodetabek ke seluruh tujuan, tergantung pada tujuan pengiriman paket dan jenis layanan yang digunakan dengan kenaikan rata-rata sebesar 20 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sementara itu, untuk pengiriman paket dalam kota atau antar kota dalam Jabodetabek tetap berlaku tarif normal.

Menurut Feriadi, langkah penyesuaian tarif pengiriman ini dilakukan demi mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta melanjutkan berbagai inovasi mau pun pengembangan perusahaan.

"Langkah ini harus dilakukan untuk menyesuaikan berbagai biaya operasional yang turut meningkat seiring dengan kenaikan biaya kargo udara yang diberlakukan oleh pihak maskapai penerbangan," tuturnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) itu menyatakan pihaknya bersama lebih dari 200 perusahaan anggota asosiasi itu telah sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pengiriman di bulan Januari 2019.

“Itu sesuai dengan arahan dari DPP Asperindo melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018 agar iklim usaha antara perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik tetap kondusif serta harmonis,” kata dia lagi.

Selain menaikan tarif, JNE dan perusahaan anggota Asperindo lainnya, juga menjalankan beberapa langkah strategis, yakni dengan memilih moda transportasi alternatif lain berupa angkutan freighter yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh anggota Asperindo. (ahm)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...