Berita

Tak Jadi Bebas, Keluarga dan Santri Ba'asyir "Gigit Jari"

Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 23 Jan 2019 - 18:19:00 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

55Abu-Bakar-Baasyir..jpg.jpg

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir. (Sumber foto : Ist)

SUKOHARJO (TEROPONGSENAYAN) --Ustadz Abu Bakar Ba'asyir batal pulang hari ini, Rabu (23/1/2019), setelah pemerintah memutuskan menunda pembebasan bersyarat terhadap terpidana terorisme itu.

Keluarga dan santri asuhan Ba'asyir di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, yang sebelumnya yakin Ba'asyir akan bebas terpaksa gigit jari.

Padahal, spanduk-spanduk untuk menyambut kepulangan Ba'asyir sudah dipasang di kawasan Ngruki, Sukoharjo. 

Pantauan di lokasi, sedikitnya ada tiga spanduk di jalan-jalan menuju Ponpes Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo. Spanduk itu dipasang untuk menyambut kehadiran sang pengasuh.

Spanduk berwarna hijau itu menunjukkan wajah Ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang sedang tersenyum. Spanduk itu bertuliskan "Selamat Datang, Ulama Mujahid, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir".

Selain itu, pengurus pesantren Al-Mukmin juga sudah menyiapkan hidangan dua ribu porsi makanan untuk menggelar syukuran.

Belum diketahui secara pasti siapa yang memasang spanduk tersebut. Karena pihak Ponpes mengaku tidak memasang spanduk penyambutan Ba'asyir tersebut.

"Memang kedatangan Ustadz Abu (panggilan para santri untuk Abu Bakar Ba'asyir) ini membuat masyarakat antusias menyambut. Termasuk (mungkin) spanduk-spanduk itu dari masyarakat," kata ketua umum panitia penyambutan, Muhammad Sholeh Ibrahim, saat ditemui di Ponpes Al-Mukmin, Rabu (23/1/2019).

Selain spanduk, masyarakat pun antusias dengan suka rela menghidangkan makanan untuk acara penyambutan. 

"Ada sekitar 2 ribu porsi makanan yang dimasak oleh warga sekitar," katanya.

Bahkan, sejak Senin (21/1/2019) petang, persiapan penyambutan telah dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo. Tenda-tenda dipasang mengitari masjid, tempat dilaksanakannya penyambutan.

Sebelumnya, Kalapas Kelas III Gunung Sindur, Sopiana mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan.

“Terkait dengan itu (pembebasan Baasyir), saya masih menunggu konfirmasi dari pimpinan, belum bisa dipastikan kapan dibebaskannya,” kata Sopiana saat dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019).

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko mengatakan pemerintah tidak akan membebaskan Abu Bakar Baasyir, selama ia tak memenuhi persyaratan yang berlaku yakni harus menyatakan kesetiaannya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila, dan UUD 1945. 

Ia berujar 'bola' pembebasan Baasyir saat ini bukan di sisi pemerintah, melainkan di pihak terpidana.

“Karena itu persyaratan yang tidak boleh dinegosiasikan," tegas Moeldoko. (Alf)

tag: #abu-bakar-baasyir  

Bagikan Berita ini :