Berita

Geger, 31 Tahun Jenazah Kyai NU di Blitar Masih Utuh

Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 19 Mar 2019 - 23:25:00 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1553012700.jpg

Jenazah almarhum Kiai Anwar Subagyo mantan Rois Syuriah PCNU Kabupaten Blitar periode 1982-1987 saat dipindah ke makam keluarga. Meski terkubur 31 tahun, jenazah pengasuh ponpes di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar itu masih utuh. (Sumber foto : Ist)

BLITAR (TEROPONGSENAYAN) –Meski sudah terkubur selama 31 tahun, jasad almarhum Kiai Anwar Subagyo, pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar dikabarkan masih utuh. 

Kejadian langka itu diketahui saat jenazah hendak dipindah dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa ke makam keluarga di lingkungan masjid Ponpes.

Sontak, peristiwa langka ini membuat warga sekitar geger. Begitu juga publik di media sosial.

Tidak sedikit masyarakat yang berdatangan untuk memastikan kabar tersebut. 

Moch Munib (60) putra almarhum Kiai Anwar membenarkan kabar itu. Jasad yang masih utuh saat dipindah Kamis (14/3/2019) lalu itu adalah ayahnya.

“Benar itu makam bapak saya. Saya melihat sendiri jasadnya memang masih utuh,” tutur Munib kepada wartawan Selasa (19/3/2019).

Selain pengasuh pesantren, semasa hidupnya Kiai Anwar juga pernah menjabat Rais Syuriah PCNU Blitar periode khidmad 1982-1987. 

Almarhum juga dikenal sebagai guru tarekat (thoriqoh) di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Sepanjang hidupnya, kata Munib, ayahnya tidak pernah lepas dari kebiasaan dzikir dan beribadah. Bahkan proses kematian Kiai Anwar, yakni pada tahun 1988, terjadi saat yang bersangkutan sedang mengimami shalat subuh di Masjid Baitul Rauf Ponpes.

“Setiap hari abah memang tidak pernah lepas dari dzikir,” kenang Munib yang merupakan putra kelima almarhum.

Melihat fenomena utuhnya jenazah, menurut Munib keluarga merasa kaget sekaligus terharu. Bagi keluarga peristiwa yang terjadi pada jenazah Kiai Anwar bisa menjadi cermin bagi keluarga dan umat Islam pada umumnya untuk senantiasa bertakwa. “Kami sekeluarga merasa terharu, “kata Munib.

Sementara terkait pemindahan jenazah Kiai Anwar di dekat masjid Ponpes, pihak keluarga hanya mengikuti aspirasi para santri. Pemindahan makam baru dilakukan setelah pihak desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat mengizinkan.

“Kalau di tempat pemakaman umum banyak santri yang kesulitan. Hal itu mengingat jumlah santri yang banyak,” papar Munib.

Sementara kabar tentang masih utuhnya jenazah Kiai Anwar meski sudah terkubur 31 tahun ramai di media sosial. Kabar itu viral setelah sebuah akun “santri ndalem” pertama kali mengunggahnya. (Alf)

tag: #pbnu  

Bagikan Berita ini :