Berita

ICMI Meminta Elite Politik Bangun Budaya Demokrasi Beradab

Oleh Fitriani pada hari Senin, 22 Apr 2019 - 16:54:52 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1555926892.jpg

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie (Sumber foto : TeropongSenayan/fitriani.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta seluruh pimpinan dan elite politik, untuk membangun budaya demokrasi yang adil dan beradab dengan menegakkan etika politik.

Hal itu disampaikan Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie pada forum Maklumat Kebangsaan ICMI tentang Pemilu 2019 di ICMI Center, Jakarta, Senin (22/4/2019)

“Kepada tokoh-tokoh partai politik, kita harapkan dapat menurunkan tensi sama-sama, karena kalau ini dibiarkan terus bisa panas memang,” kata Jimly. 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menuturkan, bahwa para elite politik harus lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Oleh karenanya, ICMI mengajak untuk bersama-sama menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, serta menghindarkan praktik politik tidak terpuji yang menghalalkan segala cara.

Menurut Jimly, jika terjadi sengketa dalam pemilu, alangkah lebih baiknya jika tim sukses kedua kubu perlu memanfaatkan mekanisme hukum untuk melawan ketidakadilan.

“Jikalau hasil penghitungan suara itu nanti tidak memuaskan, kita mengimbau supaya semua pihak menggunakan mekanisme resmi melalui MK,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Jimly menerangkan, mekanisme yang sifatnya melembaga dapat diselesaikan melalui MK, jika hasil pemilu 2019 ini timbul sengketa. Sementara jika terjadi perilaku yang dianggap bermasalah dari penyelenggara pemilu, maka diproses melalui DKPP.

“Sudah ada mekanisme yang resmi, jadi jangan lagi membayangkan mekanisme yang diluar sistem resmi,” terangnya.

Selain itu, Mantan Ketua DKPP ini juga mengharapkan kepada semua pihak untuk selalu menahan diri. "Tunggu hasil penghitungan suara secara resmi dari KPU pada tanggal 22 Mei 2019 nanti," pungkasnya. (Alf)

tag: #jimlyasshiddiqie  #pemilu-2019  

Bagikan Berita ini :