Berita

Ini Penyebab Suara Jokowi Luluh Lantak di Sumatera Barat

Oleh pamudji pada hari Selasa, 23 Apr 2019 - 09:55:44 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1555988144.jpg

Capres petahana Joko Widodo (Sumber foto : ist)

PADANG (TEROPONGSENAYAN)--Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrizal berpendapat kekalahan calon presiden Jokowi pada pemilu presiden 2019 di Sumatera Barat disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya mulai dari ideologi, sosiologis, kultural hingga psikologis.

"Jadi semua faktor tersebut saling terkait satu sama lain sehingga membentuk perilaku kolektif masyarakat dalam memilih," kata dia di Padang, Selasa (23/4/2019).

Berdasarkan hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei menyatakan Jokowi memperoleh suara tidak lebih dari 16 persen. Hasil hitung cepat Indikator Politik Indonesia menyatakan Jokowi-Ma"ruf hanya meraup 15,88 persen. Mereka kalah dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 yang memperoleh 84,12 persen.

Sementara hasil hitung cepat Poltracking menyatakan Jokowi-Ma"ruf mendapatkan 12,09 persen, kalah dari Prabowo-Sandi yang memperoleh 87,91 persen. Bahkan Indo Barometer menyatakan bahwa Jokowi-Maruf hanya kebagian 9,55 persen, kalah telak dari Prabowo-Sandi yang mengantongi 90,45 persen.

Menurut Edikendati pada Pilpres 2019 pasangan Jokowi-Maruf Amin didukung 12 kepala daerah di Sumbar lewat deklarasi terbuka, ternyata strategi tersebut keliru.

"Yang terjadi bukannya suara semakin bertambah, malah lebih turun dibanding pemilu presiden 2014," ujarnya.

Artinya, ia melihat strategi yang dipakai untuk memenangkan Jokowi oleh tim sukses di Sumbar tidak menjawab persoalan yang terjadi. Terkait dengan persoalan ideologi, ia melihat sejak awal, PDIP selaku partai pengusung Jokowi sulit mendapat tempat di hati masyarakat Sumbar.

Kemudian jika menggunakan pendekatan polarisasi kemajemukan, Jokowi di Sumbar dominan mendapat suara di Dharmasraya yang notabene dihuni oleh transmigran dari Pulau Jawa.

Kemudian soal psikologis ia melihat ada yang memandang ini adalah pilihan yang hebat dan rasional.

Akan tetapi gejala perilaku memilih seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara maju seperti Amerika Serikat pun juga terjadi. Jadi, kata ia, tidak bisa semata soal rasional dan tidak rasional.

Pada sisi lain semakin maraknya penggunaan media sosial juga ikut andil membuat masyarakat lebih memilih Prabowo di Sumbar.

Sebelumnya sebanyak 12 kepala daerah di Sumatera Barat mendeklarasikan dukungannya kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin saat kampanye tim Jokowi-Maruf di Danau Cimpago, Padang, (9/4/2019).(plt)

tag: #jokowi  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :