Opini
Oleh Nasruddin Djoha pada hari Selasa, 23 Apr 2019 - 23:06:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Ajaib: Kok Bisa Jokowi Kalah di Kompleks Paspampres?

tscom_news_photo_1556035615.jpg
Ilustrasi Paspampres (Sumber foto : Ist)

Tadinya saya berharap berita yang dimuat oleh RMOL.Co itu tidak benar. Hanya judulnya saja yang bikin geger, tapi isinya tidak. Namun setelah dibaca beritanya, benar. Sesuai antara judul dan isinya.

“Ternyata Jokowi Kalah di Kompleks Paspampres” https://politik.rmol.co/read/2019/04/23/387216/Jokowi-Kalah-Di-Kompleks-Paspampres-

Silakan dibaca sekali lagi. Isinya sangat sulit dipercaya. Berita itu sungguh ironis. Tamparan sangat keras bagi Jokowi maupun Komandan Paspampres.

Jokowi tidak hanya ditolak oleh rakyat Indonesia, tapi dia juga ditolak oleh keluarga pasukan yang selama ini mengamankannya.

Pasti ada yang salah dengan Jokowi, kok sampai hal itu bisa terjadi. Dari 9 TPS di Kompleks Paspampres yang terletak di Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jokowi hanya menang di 1 TPS.

Kekalahannya juga sangat telak. Kisaran suara yang diperoleh Prabowo 52-70 persen!

Kekalahan ini adalah tragedi politik bagi Jokowi. Paspampres dimana-mana adalah pasukan yang paling dekat dengan presiden. Mereka berada di Ring-1. Pasukannya adalah orang pilihan. Loyalitas kepada presiden tidak bisa ditawar-tawar.

Jangan dilupakan Komandan Paspampres saat ini dijabat oleh Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Dia bukan orang sembarangan. Maruli adalah menantu Luhut Panjaitan. Tokoh penting dan orang kepercayaan Jokowi. Jadi loyalitasnya tak perlu diragukan. Mengamankan Jokowi, sama dengan mengamankan Luhut.

Sebelumnya Maruli, KSAD Jenderal TNI Andhika Perkasa juga pernah menempati posisi itu. Andhika adalah menantu AM Hendropriyono salah satu tokoh intelijen paling top di belakang Jokowi.

Kalau keluarga Paspamres saja sudah tidak mau memilih Jokowi,apalagi rakyat kebanyakan. Pantas saja Jokowi kalah dimana-mana.

Pak Jokowi sadarlah. Instrospeksi Pak. (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #pilpres-2019  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Antara Kritik dan Tuduhan: Ketika Label “Anti-Semit” Menjadi Senjata Membungkam

Oleh Ariady Achmad Founder teropongsenayan.com
pada hari Minggu, 29 Mar 2026
Di tengah hiruk-pikuk konflik global yang kian memanas, satu istilah kembali mengemuka—bukan sebagai jembatan dialog, melainkan sebagai palu pemukul: anti-Semit. Istilah ini merujuk pada ...
Opini

Garis Merah di Selat Hormuz: Antara Diplomasi Transaksional dan Risiko Katastrofe Nuklir.

Pendahuluan Dunia saat ini sedang menyaksikan pergeseran tektonik dalam tatanan internasional. Konflik terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran bukan lagi sekadar perebutan pengaruh ...