Oleh Bachtiar pada hari Sabtu, 21 Mar 2020 - 12:36:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Tangkal Corona Pemerintah Beli Jutaan Obat Chloroquine dan Avigan, PKS: Kenapa Gak Pakai Jamu Saja?

tscom_news_photo_1584768984.JPG
Sukamta Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Keputusan Pemerintah mendatangkan jutaan obat jenis Avigan dan Chloroquine sebagai upaya menekan penyebaran wabah virus Corona dipertanyakan salahsatu anggota DPR RI dari fraksi PKS Sukamta.

"Saya belum paham soal obat itu. Apakah memang sudah ada yang teruji klinis?" tanya Anggota Komisi I DPR RI itu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/03/2020).

Menurutnya, antara pernyataan pemerintah sebelumnya yang menganggap obat tradisional berupa jamu bisa membantu meningkatkan stamina tubuh dengan keputusannya mendatangkan jutaan obat jenis Avigan dan Chloroquine guna menghambat penyebaran virus Corona cukup membingungkan.

"Kemarin bilangnya tidak berbahaya, 94% bisa sembuh, cukup dengan jamu, lah kok sekarang tiba-tiba mau beli obat jutaan? Kenapa tidak pakai jamu saja?" sindir Politikus PKS itu.

Sukamta juga menekankan agar pembelian jutaan obat tersebut harus transparan.

"Tapi sebaiknya semua pihak memastikan bahwa tidak ada pengeluaran dengan uang negara yang terhambur sia-sia. Ikhtiar itu harus. Dengan tidak meninggalkan sikap cermat dan hemat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah baru-baru ini memutuskan untuk memesan obat-obatan yang diyakini bisa menyembuhkan penderita Covid-19. Adapun jenis obat yang dipesan pemerintah yaitu Avigan sebanyak dua juta, dan tiga juta Chloroquine.

“Sesuai hasil riset dan pengalaman beberapa negara yang menggunakan jenis obat tertentu untuk mengatasi Covid-19 ini, pemerintah telah memesan dua juta Avigan dan menyiapkan tiga juta Chloroquine yang akan diresepkan oleh dokter apabila diperlukan,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya, Jumat (20/3) kemarin.

Dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (13/3/2020),Jokowimengaku setiap hari meminum jamu empon-empon yang terdiri dari temulawak, jahe, serai, dan kunyit. Jika biasanya hanya sekali sehari, Jokowi kini mengonsumsinya tiga kali sehari.

"Sekarang karena ada corona, saya minumnya pagi, siang, malam. Itu yang menyebabkan mungkin naik ya itu karena diminum enggak sekali tapi tiga kali," katanya di sela-sela sambutan acara The 2nd Asian Agriculture and Food Forum (ASAAF) 2020, Kamis, di Istana Negara Jakarta (12/03/2020). (Bng-liputan6.com)

tag: #corona  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Jelang Libur Akhir Bulan, Mendagri Arahkan Gubernur Antisipasi Covid-19 di Tempat Wisata

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Kamis, 22 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan mengimbau kepada seluruh Gubernur di Indonesia untuk ...
Berita

Sebut Omnibus Law Untungkan Mahasiswa, Moeldoko: Yang Paham Tidak Akan Turun ke Jalan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja bertolak belakang dengan manfaat yang ...