Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 01 Mei 2019 - 08:11:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Ingin Pindah Ibukota, Fahri Hamzah Ingatkan Jangan Ubah Konsep Pendiri Bangsa

tscom_news_photo_1556673117.jpg
(Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, kalau Presiden Joko Widodo atau Jokowi sekedar hanya membangun kota, silahkan membangunnya. Tetapi, jangan mengubah lanscap dan konsep yang sudah dibuat para pendiri bangsa ini.

"Sebab kalau kita merubah itu, bisa mengubur sejarah dan kita tidak tahu jati diri. Kita bisa menjadi bangsa yang kebingungan karena tidak punya catatan masa lalu," ujar Fahri Hamzan dalam keterangan tertulisya yang diterima wartawan, Selasa (30/4/2019).

Fahri menyatakan ini terkait adanya keinginan pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibukota Negara Indonesia ke luar pulau Jawa.

Diingatkan bahwa konsep Ibukota Indonesia tidak bisa berubah dari konsep Ibukota yang digagas oleh Bung Karno (Presiden pertama RI), pada tahun 60-an yang desainnya mengikuti Ibukota Amerika Serikat yaitu Washinton DC yang berada di distrik of Colombia.

Makannya, tambah dia, kata-kata DKI itu dalam Undang-Undang nya adalah Daerah Khusus Ibukota, yang dimaksudkan sebagai Ibukota dalam desain tata kota yang dirancang oleh Bung Karno, yang didalamnya ada pusat Pemerintahan dan pusat sejarah.

"Jadi Ibukota dalam desain Bung Karno pada waktu itu harus punya dua hal, yakni pusat Pemerintahan dan pusat sejarah," sebut inisiaitor Gerakan Arag Baru Indonesia (GARBI) itu lagi.

Pusat pemerintahan, masih menurut Fahri dimaksdkan sebagai tempat bagi pengambilan keputusan terbaik bagi bangsa dan negara. Sementara pusat sejarah, itu maksudkan sebagai memory bersama anak-anak bangsa, agar kita sebagai bangsa punya rujukan untuk mengingat tentang apa yang dialami bangsa, secara khusus dan dunia pada umumnya.

"Itu lah sebabnya kalau kita melihat konsep-konsep seperti ini berkembang, misalnya Bung Karno pergi ke Brazil dan melihat kota Brazilia yang disainnya memang mengikuti konsep yang berkembang di AS. Jadi filosofi Ibukota itu berasal dari Bung Karno, sehingga pemerintahan ini tidak boleh keluar dari konsepsi pemikiran Bung Karno tentang Ibukota," pungkas Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. (Bara)

tag: #fahri-hamzah  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Usai JK Dan PBNU, Kini Giliran KAMI Yang Meminta Pilkada Serentak Ditunda

Oleh Givary Apriman
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Desakan supaya pemerintah untuk menunda penyelenggaraan pilkada serentak 2020 seiring pandemik Covid-19 yang kian mengkhawatirkan terus disuarakan oleh kelompok ...
Berita

BMKG Prediksi Jakarta Akan Diguyur Hujan Siang Hingga Malam

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian Jakarta akan diguyur hujan sejak Senin siang hingga malam hari ini. BMKG memprediksi hujan ...