Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Senin, 27 Mei 2019 - 23:42:28 WIB
Bagikan Berita ini :
Per April 2019

Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp386,5 Triliun

tscom_news_photo_1558975348.jpg
BPJS Ketenagakerjaan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menyampaikan per April 2019 ini dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan meningkat 17 persen menjadi Rp386,5 triliun.

“Seluruh dana yang kami kelola semuanya untuk kepentingan peserta,” kata Agus di sela-sela Buka Bareng Media, di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Senin (27/5/2019).

Selain manfaat dari program utama , lanjut Agus, para peserta juga mendapat manfaat lain berupa program kepemilikan rumah melalui KPR dengan bunga spesial bagi peserta BPJSTK.

“Hingga April 2019 total yang sudah kami gelontorkan untuk bantuan KPR bagi peserta sebanyak Rp804,4 Milyar untuk 3.656 rumah,” jelas Agus.

Oleh karena itu, Agus menyatakan, pengelolaan dana BPJS kKetenagakerjaan secara tidak langsung juga berdampak pada perekonomian Nasional.

Pasalnya, 82 persen dana kelolaan ditempatkan pada instrument investasi yang berhubungan dengan Pemerintah, seperti Surat Berharga Negara, saham, deposito dan instrumen-instrumen investasi lainnya.

“Posrinya untuk Surat Berharga Negara sebesar 51 persen, Saham BUMN sebesar 10 persen, Obligasi BUMN 9 persen, Deposito BUMN dan BUMD 9 persen,dan Reksadana BUMN sebesar 3 persen,” jelasnya.

Dengan instrumen investasi tersebut BPJSTK berhasil membukukan hasil invetasi sebesar Rp9,24 Triliun, dengan YOI mencapai 7,37%. (ahm)

tag: #bpjs-ketenagakerjaan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...