Berita
Oleh Jihan Nadia pada hari Sabtu, 01 Jun 2019 - 01:52:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Eks Kepala Bais dan Eks Panglima Kodam Jaya ini Tak Terima Soenarko Dituduh Makar

tscom_news_photo_1559328806.jpg
Eks Danjen Kopassus, Mayjen TNI purn Soenarko. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis(Bais) Letjen TNI purn Yayat Sudrajat tidak yakin Eks Danjen Kopassus Soenarko,Mayjen TNI (purn) Soenarko dituduhakanmelakukan makar dengan menyelundupkan senjata, sebagaimana tudingan Polri.

Yayat mengaku sangat mengenal sosok Soenarko sebagai seseorang yang mencintai negara sebagaimana prajurit TNI pada umumnya.

"Saya kebetulan dari Kopassus. Saya tahu persis Pak Narko. Kenal sejak taruna. Saya tingkat 1 , beliau tingkat 4. Tugas di Grup 1 kopassus. Jadi agak aneh kalau diberitakan Pak Narko mau makar. Menyelundupkan senjata. Saya marah sekali," ucap Yayat di bilangan Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Yayat kemudianmenegaskan bahwa setiap prajurit TNI disumpah untuk selalu menjaga keutuhan negara. Prajurit TNI pun selalu didoktrin agar siap mati dalam menjaga negara.

Karenanya, dia yakin Soenarko tidak mau melakukan makar menggunakan senjata selundupan.

"Kalau tidak siap mati itu TNI Abal-abal. Kalau mengkritik pemerintah yang berkuasa itu karena kecintaan," ucap Yayat.

Yayat lalu mengatakan bahwa Soenarko tidak pernah berbuat yang aneh-aneh selama masih aktif menjadi prajurit TNI. Soenarko, lanjutnya, senantiasa bersikap sesuai dengan koridor yang harus dilaksanakan seorang prajurit.

"Jadi saya sangat marah sekali mendengar Pak Narko dibuat seolah-olah dia menyiapkan makar 21-22 Mei plus menyelundupkan senjata. Masya Allah. Kok tega-teganya ngomong begitu. Ini hanya kepentingan politik," kata Yayat.

Yayat juga merasa ganjil dengan anggapan Soenarko ingin makar menggunakan satu pucuk senjata yang diselundupkan. Menurut Yayat, bagaimana mungkin makar ditopang oleh satu pucuk senjata saja.

"Jadi masa seorang Soenarko, Kopassus, kemudian mau memberontak dan lucunya menyelundupkan senjata hanya 1dan itu senjata busuk," ucap Yayat.

Hal serupa diutarakan eks Panglima Kodam Jaya Letjen TNI purn Johannes Suryo Prabowo. Dia yakin Soenarko tidak pernah berniat untuk makar seperti anggapan yang sejauh ini beredar.

"Sayadan Pak Narko siap masuk surga demi negara.Jangan sekali-kali menuduh kami tidak cinta merah putih," kata Suryo.

Suryo menekankan, bahwa dalam kasus inibukan hanya Soenarko yang dirugikan, tetapi juga nama baik keluarganya. Bahkan, Suryo merasa dirinya juga ikut kena getahnya.

"Bahkansaya juga. Boleh enggak diminta penangguhan. Saya dijadikan tangguhannya, ini menghina. Menghina," kata Suryo. (Alf)

tag: #tnipolri  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Polda Mulai Selidiki Laporan Terhadap Anji

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 04 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Polda Metro Jaya telah memulai penyelidikan terhadap laporan dugaan penyebaran berita bohong atau hoax mengenai obat COVID-19 oleh musisi Erdian Aji Prihartanto atau biasa ...
Berita

Guru PPKn, Lokomotif Pendidikan Pancasila di Sekolah

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) mempunyai relasi besar terhadap pendidikan Pancasila di institusi pendidikan. Untuk itu, guru yang mengemban amanah di ...