Opini
Oleh Nasrudin Joha pada hari Rabu, 12 Jun 2019 - 22:35:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Narasi Menjelang Pengumuman KPU Persis Dengan Apa Yang Terjadi Dalam Proses Hukum di MK

tscom_news_photo_1560353751.jpg
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) (Sumber foto : Ist)

Bagi siapa saja yang berjuang, selain karena Allah SWT, percayalah. Anda pasti akan melemah dan kecewa dengan perjuangan Anda. Bagi siapa saja yang berjuang semata karena Allah SWT, percayalah Anda tidak butuh dukungan dari siapapun. Anda tidak membutuhkan pertolongan dari siapapun. Anda telah mencukupkan Qanaah dengan Allah sebagai tujuan, dan mencukupkan pertolongan Allah SWT sebagai bekal kemenangan.

Jika Anda merasa, perjuangan membela kebenaran, melawan kezaliman, membongkar kecurangan, disebabkan karena tujuan Anda adalah capres tertentu, tujuan Anda untuk mendudukkan seseorang pada jabatan kekuasaan, maka Anda termasuk yang harus bersiap siap untuk kecewa. Anda bisa dikecewakan oleh dua keadaan : olah proses politik yang tidak fair, juga oleh calon yang Anda dukung dan perjuangkan.

Sementara saya, telah jauh hari menghimbau, bahwa perjuangan ini, perlawanan ini, bukan atas dasar seruan untuk membela makhluk. Tapi, untuk membela Allah SWT, membela kaum muslimin, juga membela diri Anda sendiri.

Anda tahu, dahulu sebelum pengumuman KPU, Anda diminta untuk sabar, dan ikhlas menerima apapun keputusan KPU. Seruan itu, hanya ditujukan kepada Anda, yang terzalimi, yang dicurangi, yang dikhianati. Seruan itu, tidak ditujukan kepada orang yang telah menzalimi Anda, mencurangi dan mengkhianati Anda.

Akhirnya, Anda tidak berdaya ketika KPU mengumumkan keputusan yang melegitimasi kecurangan sebagaimana yang Anda perkiraan. Anda bersedih, marah, gundah, dan tak berdaya dengan keadaan.

Kemudian Anda, mencoba untuk melawan, berjuang, dengan menyuarakan ketidakridloan pada kecurangan. Menuntut capres curang di diskualifikasi.

Lantas, Anda kembali menjadi bengong. Anda yang di curangi, Anda yang menjadi korban, barisan Anda pula yang ditangkapi dituding sebagai perusuh dan dalang kerusuhan.

Setelah itu, Anda diajak damai. Belum ada yang meminta maaf atas sejumlah korban unjuk rasa 21-22 Mei, Anda dipaksa berdamai. Seolah olah, Anda diminta untuk mengesampingkan nyawa yang meregang tanpa hak. Seolah, Anda diminta melupakan semua kesedihan dan kepiluan.

Saat ini, Anda ingin memberi dukungan, ingin memberi pembelaan pada sidang di MK. Namun Anda sudah saksikan, penguasa telah memberi ultimatum jika ada kerusuhan akan bertindak lebih "tegas".

Padahal, Anda hanya ingin menyaksikan proses hukum berjalan fair. Memberi dukungan pada perjuangan melalui jalur konstisusi. Menyatakan dukungan dan memberi motivasi dalam proses hukum di MK jelas hak konstitusi milik Anda.

Tapi apa yang terjadi? Rezim meminta Anda tak perlu hadir. Rezim meminta Anda menyerahkan pada "proses hukum" padahal Anda tahu selama ini proses hukum itu hanya untuk menzalimi Anda.

Lantas, orang yang Anda dukung juga meniupkan narasi yang sama. Meminta Anda untuk tetap berada dirumah, sambil terus berzikir dan mempercayakan proses hukum di MK.

Anda, juga diminta untuk kedua kalinya percaya kepada MK, sebagaimana dahulu diminta percaya kepada KPU, dan ikhlas ridlo apapun keputusannya. Bukan pihak yang curang yang diminta legowo, tetapi Anda yang dicurangi.

Bukankah Anda hanya ingin hadir di MK memberi dukungan ? Bukan mau rusuh ? Bukan mau melempar batu ? Bukan mau tembak dengan motif makar ? Tapi itulah posisi Anda saat ini. Menyedihkan.

Karena itu wahai Anda, wahai kalian, wahai umat Islam yang dirahmati Allah. Sungguh, saya ingin sampaikan kepada Anda, bahwa keputusan itu telah jauh hari dipersiapkan.

Anda, hanya akan bengong untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya dibikin bengong oleh KPU. Anda, akan dipaksa untuk kembali "legowo" dengan pengumuman putusan MK.

Karena itu, sebagai bentuk kasih sayang sebagai sesama muslim. Saya peringatkan kepada Anda : berjuanglah hanya untuk Islam. Berkorban lah hanya untuk Islam.

Jika Anda berjuang hanya untuk Islam, maka Anda pasti dimenangkan. Anda pasti memperoleh balasan, didunia lebih lebih di akherat kelak.

Berjuang untuk dan atas nama Islam, maka Anda tidak akan pernah kecewa. (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #mahkamah-konstitusi  #pilpres-2019  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Sentilan Presiden, Gonjang Ganjing APBN, dan Jerat Utang SMI

Oleh Fuad Bawazier Menteri Keuangan Era Orde Baru
pada hari Sabtu, 06 Jun 2020
Dengan santunnya Presiden Jokowi menyentil tim ekonomi kabinet yaitu Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas agar dalam menyusun APBN 2020 lebih cermat, lebih tepat, lebih detil, ...
Opini

Ancaman Donald Tump Berlebihan

Pemerintah memang harus berupaya dan terus bekerja keras meningkatkan penerimaan negara melalui pajak. Apakah melalui sumber-sumber yang sudah ada dan masuk dalam aturan perundangan kita, maupun ...