Bisnis
Oleh pamudji pada hari Selasa, 06 Agu 2019 - 07:51:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Blackout Setengah Pulau Jawa Berdampak Serius ke Sektor Industri

tscom_news_photo_1565052661.jpeg
Ilustrasi Kawasan Industri (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pemadaman listrik secara meluas dan dalam waktu lama (blackout), Minggu (4/8/2019) berdampak serius ke semua sektor industri. Kementerian Perindustrian masih melakukan mitigasi untuk mengetahui nilai kerugian secara riil.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, semua sektor industri terdampak kerugian karena listrik merupakan komponen utama penggerak roda produksi. Listrik padam tentu sangat merugikan industri yang berproduksi selama 24 jam, misalnya petrochemical.

"Pemadaman tentu berdampak terhadap industri, itu cukup besar, semua sektor. Khususnya petrochemical, kan biasanya produksi 24 jam," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Dampak kerugian, lanjut dia, akan lebih besar dirasakan oleh industri yang mendirikan pabrik di kawasan Bekasi dan Karawang, Jawa Barat. Sebab, selain menjadi wilayah terdampak, keduanya merupakan pusat industri.

"Kami sedang monitor, tapi kan seharusnya sudah ada schedule (jadwal). Kami minta segera dimitigasi saja (oleh industri)," jelasnya.

Blackout terjadi pada Minggu (4/8/2019), dengan wilayah terdampak meliputi Jabodetabek, sebagian Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah. Wilayah terdampak hampir mencakup setengah Pulau Jawa.(plt)

tag: #kementerian-perindustrian  #listrik  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...