Opini
Oleh Nasrudin Joha pada hari Jumat, 16 Agu 2019 - 14:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Surya Paloh 'Ditunggangi' HTI?

tscom_news_photo_1565940729.jpg
Surya Paloh (Sumber foto : Ist)

"Kita ini malu-malu kucing untuk mendeklarasikan Indonesia hari ini adalah negara kapitalis, yang liberal, itulah Indonesia hari ini,"

[Surya Paloh, 14/8].

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyebut Indonesia merupakan negara yang menganut sistem kapitalis yang liberal. Padahal, diksi dan narasi Indonesia menerapkan sistem kapitalis liberal itu kan narasi politik HTI ? Paloh terpengaruh agitasi dan narasi politik HTI ?

Dalam berbagai kesempatan, HTI selalu menyampaikan ancaman nyata bangsa ini adalah komunisme sosialisme dan yang secara nyata merusak negeri ini adalah karena diterapkannya sistem kepitalisme liberal. HTI juga berulang kali mempertanyakan statement sejumlah pejabat yang mengaku rezim Pancasila, namun faktanya menganut sistem kapitalisme liberal.

Ini pula yang dinyatakan Surya Paloh. Indonesia, menurut Paloh malu untuk mengakuinya. Negara ini, menurut Paloh selalu mendeklarasikan diri sebagai negara Pancasila lantaran malu-malu kucing untuk mengakui bahwa sistem yang dianut sesungguhnya adalah kapitalis liberal.

Setelah Enzo dituding "terpapar HTI", apakah Surya Paloh juga Terpapar HTI ? Atau paling tidak, Surya Paloh ditunggangi HTI ? Ini harus diperiksa, publik perlu mempertanyakan, apakah Paloh ditunggangi HTI ? Apakah, restorasi yang didengungkan Nasdem adalah Restorasi Khilafah ? Mengembalikan sistem khilafah yang pernah eksis 13 abad silam ? Merestorasi kemuliaan Islam dan kaum muslimin ?

Perlu diselidiki, sejauh mana "paparan pemikiran HTI" mempengaruhi pikiran dan persepsi seorang Surya Paloh. Bukankah, selama ini Surya Paloh Happy dengan sistem kspitalis liberalis itu ? Bukankah, bisnis media dan sejumlah bisnis Paloh lainnya eksis dan berkembang karena sistem kapitalis liberal itu ?

Apakah, pernyataan Paloh ini bentuk perlawanan Nasdem terhadap kejumawaan PDIP ? Apakah, ini sinyal Nasdem akan membentuk koalisi bersama HTI untuk melawan PDIP ? Apakah, setelah ini metrotipiakan dikerahkan Paloh untuk menjadi corong Restorasi Khilafah ?

Ini perlu diwaspadai, BIN perlu mengecek dan menginterogasi Paloh, BPIP wajib angkat bicara atas disorientasi Paloh. Apakah Paloh sudah tidak NKRI lagi ? Banser perlu mentraining ulang Paloh. Apakah Paloh tidak Pancasilais lagi ? Nyoman Damantra dan Setya Novanto perlu dilibatkan untuk memeriksa kepancasilaan Paloh.

Ini revolusi politik Nasdem yang terbesar, dan tercepat. Hanya akibat menonton pesta nasi goreng, orientasi politik Nasdem berubah 100 derajat. Atau, apakah Nasdem ditumpangi secara gelap oleh HTI ? Seperti klaim Gerindra ?

Atau, apakah benar yang dinyatakan HTI ? Bahwa kapitalisme liberal itu biang kerok kerusakan negeri ini. Dan solusi semua problem umat ini adalah kembali kepada syariah, kembali merestorasi khilafah.

Ide "Restorasi Khilafah" ini mungkin yang mulai dipahami Paloh. Jika Paloh saja bisa paham, pasti tokoh politik yang lain juga paham. Karena itu, perlu dikaji sistem khilafah itu apa, sehingga umat ini bisa fokus memberi solusi, bukan bongkar pasang pemimpin dalam sistem demokrasi.

Sistem politik, yang menurut Paloh hanya mengutamakan logika "wani piro". Paloh menegaskan, praktiknya money is power, bukan akhlak, bukan kepribadian, bukan juga ilmu pengetahuan. Above all, money is power. (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #surya-paloh  #partai-nasdem  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Indonesia Menuju New Normal Corona

Oleh Heri Gunawan Anggota komisi XI DPR RI Dari Fraksi Partai Gerindra
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. Hal ini ...
Opini

Perekonomian Dunia Tidak Akan Sama Lagi dengan Sebelum Pandemi

Pandemi Covid-19, sebagaimana yang dinyatakan kolumnis CNN, Nic Robertson dalam artikelnya, “The Pandemic Could Reshape The World Order” (CNN,23/05/2020 ) bahwa pandemi tidak hanya ...