Bisnis
Oleh pamudji pada hari Rabu, 04 Sep 2019 - 17:06:11 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Sebut Perlu 'Payung' Antisipasi Resesi Ekonomi

tscom_news_photo_1567591571.jpeg
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, guna mengantisipasi perlambatan ekonomi global dan resesi, perlu disiapkan "payung"

"Kalau hujannya besar, kita nggak kehujanan. Kalau gerimis kita ya nggak kehujanan, syukur nggak ada hujan dan nggak ada gerimis. Tapi angka-angka menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global sudah mengalami perlambatan dan kemungkinan resesi akan semakin besar," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas (ratas) tentang perkembangan perekonomian dunia di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Kepala Negara mencontohkan depresiasi mata uang Yuan China dan Peso Philipina sudah terjadi akibat perlambatan ekonomi global.

"Tantangan itu harus kita antisipasi, kita hadapi, dan kita harapkan langkah-langkah antisipatif sudah benar-benar secara konkret," kata Presiden Jokowi.

Presiden berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia terhindar dari resesi yang potensinya semakin besar ini.

Presiden Jokowi mengatakan jalan yang paling cepat menghadapi perlambatan ekonomi global adalah investasi.

"Kuncinya hanya ada di situ nggak ada yang lain," katanya.

Untuk itu Presiden Jokowi minta seluruh kementerian ekonomi menginventarisir regulasi yang menghambat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

"Regulasi yang membuat kita lamban mulai diinventarisir dan nanti seminggu lagi kita akan bicara mengenai masalah bagaimana segera menyederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dan memperlambat itu," katanya.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa informasi dari investor-investor yang ditemui dan catatan yang disampaikan oleh Bank dunia ada masalah internal dalam negeri yang menghambat investasi Indonesia.

Presiden mencontohkan pada dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di China keluar dan 23 memilih di Vietnam dan10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

"Nggak ada yang ke kita, tolong ini digarisbawahi. Ini berarti kita memiliki persoalan yang harus kita selesaikan," katanya.(plt/ant)

tag: #jokowi  #ekonomi-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...