Opini
Oleh M Rizal Fadillah (Mantan Aktivis HMI) pada hari Senin, 16 Sep 2019 - 10:23:25 WIB
Bagikan Berita ini :

Tempo Tonjok Pinokio

tscom_news_photo_1568604205.jpg
Cover Majalah Tempo (Sumber foto : Ist)

Cukup heboh cover Majalah Tempo Edisi 16-22 September 2019. Bayangan Jokowi berhidung panjang seperti Pinokio. Judul yang diangkat "Janji Tinggal Janji". Hal ini berkaitan dengan kekisruhan KPK saat ini. Mungkin maksudnya adalah intervensi Pemerintahan Jokowi pada Revisi UU dan kepemimpinan KPK merupakan janji Jokowi yang tidak ditepati.
Pendukung Jokowi "marah marah" atas cover majalah yang dianggap menghina. Sementara pengkritik banyak yang setuju bayangan berhidung panjang Pinokio si boneka kayu tukang bohong tersebut. Di medsos ramai netizen berdebat.

Terlepas dari pro kontra, pembuatan cover Presiden Jokowi berbayang hidung panjangtersebut memang cukup berani. Awalnya Tempo dianggap pro Jokowi kemudiannya mengambil posisi lebih berani mengkritik sebagaimana khas majalah Tempo dahulu. Tak jelas motif pandangan kritis apakah persoalan oplah atau memang ada pandangan baru mengenai gaya atau cara kerja Pemerintahan Jokowi yang mengecewakan. Sebelumnya cover Jokowi menggendong Ma"ruf Amin yang digambarkan sebagai beban juga menarik perhatian publik. Demikian juga sewaktu mengangkat tema peran dominan Surya Paloh dibalik kebijakan politik Pemerintah Jokowi.

Soal Jokowi ingkar janji sebenarnya telah dinilai masyarakat bukan hanya persoalan KPK. Sudah seperti "trademark" sebagai profil yang mudah berjanji untuk tak ditepati. Sejak kampanye untuk jabatan Presiden pertama. Tidak jelas alasan hingga Tempo saat ini memuncak pada penggambaran figur Pinokio untuk bayangan Jokowi.Awam membaca maknanya pada kebohongan berulang atau kebiasaan.

Kritikan pada Jokowi adalah tonjokan. Namun yang ditonjok pun Pinokio sebagai bayangan. Atas tuduhan penghinaan tentu Tempo akan berkelit bahwa yang Pinokio itu hanya bayangan. Jokowi tidak dan tetap utuh. Lagipula dalam media soal karikatur merupakan hal yang lazim saja. Tak melanggar apa apa. Mudah untuk melepaskan diri dari tuduhan delik. Di sisi lain jika Jokowi bersitegang hukum dengan Temposama saja dengan bunuh diri. Tidak menguntungkan sebab realitanya posisi politik Jokowi itu masih "goyah". Menambah musuh akan membahayakan. Sebagai media yang kerap melakukan "investigative news" maka jika Tempo menonjok lebih vulgar bisa tamat Pak Jokowi.

Jokowi berbayang hidung panjang Pinokio adalah hasil kreativitas. Artikulasi dari perkembangan yang ada dan sekaligus sebagai "warning" agar masalah KPK tidak menjadi mainan politik dari kekuasaan sebagaimana kasus lain, Papua misalnya.
Uniknya di Papua telah ditemukan spesies baru dan aneh dari hewan katak berhidung panjang. Spesies yang ditemukan oleh Griffith University Australia ini diberi nama "Litoria Pinocchio". Tentu tak ada hubungan, hanya kebetulan saja ada temuan unik. Katak Pinokio.

Bandung, 16 September 2019 (*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Opini Lainnya
Opini

Sentilan Presiden, Gonjang Ganjing APBN, dan Jerat Utang SMI

Oleh Fuad Bawazier Menteri Keuangan Era Orde Baru
pada hari Sabtu, 06 Jun 2020
Dengan santunnya Presiden Jokowi menyentil tim ekonomi kabinet yaitu Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri Bappenas agar dalam menyusun APBN 2020 lebih cermat, lebih tepat, lebih detil, ...
Opini

Ancaman Donald Tump Berlebihan

Pemerintah memang harus berupaya dan terus bekerja keras meningkatkan penerimaan negara melalui pajak. Apakah melalui sumber-sumber yang sudah ada dan masuk dalam aturan perundangan kita, maupun ...