Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 19 Sep 2019 - 23:16:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Mahasiswa Desak DPR Batalkan Revisi UU KPK dan KUHP

tscom_news_photo_1568909802.jpg
Sejumlah mahasiswa saat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019). (Sumber foto : TeropongSenayan.dok)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Merekamenuntut DPR dan pemerintah menunda pengesahan revisi UU KPK dan KUHP.

"Cabut! Cabut! Cabut RUU sekarang juga!" teriak mahasiswa.

Sekitar pukul 17.16 WIB Sejumlah perwakilan dari berbagai universitas akhirnya diperbolehkan masuk ke gedung DPR untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun, mereka mengaku kecewa lantaran tidak bisa bertemu dengan anggota atau pimpinan DPR. Dalam audiensi tersebut mereka hanya bisa bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar.

"Saya sangat kecewa. Pertama kita datang ke sini ingin bertemu dengan anggota atau pimpinan DPR secara langsung. Tapi diterima oleh Sekjen," ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Manik Marganamahendra di ruang KK 1 gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan.

Kendati demikian, perwakilan mahasiswa tetap menyampaikan aspirasinya kepada Sekjen DPR.

Mereka meminta DPR membatalkan pengesahan RUU KPK di tengah polemik dan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Termasuk juga para pegiat anti-korupsi hingga akademisi.

Selain itu, mereka juga meminta DPR menunda pengesahan revisi KUHP yang dianggap sejumlah pasalnya dapat mengancam demokrasi, ranah privat warga negara, dan melemahkan upaya pemberantasan korupsi.

"Kami tidak ingin RKUHP disahkan selama pasal-pasal ngawur itu masih ada," kata Manik.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK dan pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Secara bergantian, perwakilan mahasiswa Unindra, UI, UPN, Trisakti, ITB, Paramidana dan Moestopo memberikan orasi.

Mereka mengkritik sikap DPR dan pemerintah yang akan mengesahkan rancangan undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.

"DPR sedang ugal-ugalan dan mengebut legislasi yang tidak berpihak pada masyarakat," ujar salah seorang mahasiswa saat berorasi di atas mobil pengeras suara.

"Reformasi dikorupsi!" sontak mahasiwa yang lain membalas.

Dalam aksinya tersebut, mereka membawa spanduk dan poster yang menunjukkan dukungan kepada KPK.

Bahkan mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Gedung ini Disita Mahasiswa" di pagar DPR.

Ada juga spanduk yang menunjukkan rasa tidak percaya terhadap DPR dan pemerintah. "Mosi Tidak Percaya."

Poster lain bernada satire atas upaya Presiden Joko Widodo yang dianggap ikut melemahkan pemberantasan korupsi dengan menyetujui revisi UU KPK. (Alf)

tag: #dpr  #kpk  #revisi-kuhp  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Berita Lainnya
Berita

Tenang, Polisi Belum Mau Menilang Pelanggar Sistem Ganjil Genap untuk Motor

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 07 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi ...
Berita

Bamseot Minta Pemerintah Daerah Lebih Tegas Mendorong Warga Patuhi Protokol Kesehatan  

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong semua pemerintah daerah (Pemda) bersikap lebih tegas dalam mendorong warga mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan di ruang ...