Berita

Berkaca Kasus Nahrawi dan Idrus Marham

KPK Minta Jokowi Lebih Ketat Seleksi Calon Menteri

Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 20 Sep 2019 - 14:18:20 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1568963900.jpeg

Presiden Joko Widodo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih menteri yang memiliki rekam jejak baik dan berintegritas. Peringatan itu disampaikan agar tidak ada lagi menteri yang terjerat kasus korupsi.

"Bukan untuk Kementerian Olahraga saja tetapi semua menteri. Kami berharap beliau memilih menteri-menteri yang mempunyai rekam jejak yang bagus dari segi integritas," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Syarif menghargai sikap Imam yang mengikuti jejak Idrus Marham yakni mengundurkan diri setelah diumumkan KPK sebagai tersangka. KPK berharap Imam juga akan koperatif dalam menjalani proses hukum.

"Kami berharap Pak Menteri kooperatif," ujarnya.

Diketahui, KPK menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah kepada KONI melalui Kempora dan dugaan penerimaan gratifikasi.

Penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum ini merupakan pengembangan kasus dana hibah KONI yang telah menjerat Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy; Bendum KONI, Jhonny E Awuy; Deputi IV Kempora, Mulyana; Pejabat Penbuat Komitmen di Kempora, Adhi Purnomo dan staf Kempora, Eko Triyanto.

Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar. (ahm)

tag: #menteri-jokowi  #kpk  

Bagikan Berita ini :