Bisnis

Ingat, Jangan Cari Gas Tabung di Ibu Kota Baru

Oleh pamudji pada hari Sabtu, 28 Sep 2019 - 08:19:56 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1569633596.jpg

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pasokan gas bagi masyarakat yang tinggal di Ibu Kota Baru, di Kalimantan Timur, sepenuhnya menggunakan jaringan gas (jargas). Dengan pasokan 100 persen dari jargas tersebut, masyarakat tidak perlu lago menggunakan tabung gas.

"Ibu kota harus 100 persen jargas. Tidak boleh lagi ada LPG 3 kg," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Nantinya, penghuni ibu kota baru yang biasanya menggunakan LPG 3 kg untuk memasak diharapkan bisa menggunakan jaringan gas tersebut. Saat ini, pembangunan jaringan gas terus dilakukan secara bertahap di dalam negeri.

"Sudah saatnya punya kota lebih modern, sudah saatnya rumah dilengkapi jaringan gas. Ini harus bertahap dan masif," kata Bambang.

Sementara itu, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Gigih Prakoso mengungkapkan pihaknya siap membangun infrastruktur gas bumi di ibu kota baru, tepatnya di Kalimantan Timur. Ia optimistis pemanfaatan gas bumi di ibu kota baru nantinya lebih efisien dan bersih.

"PGN siap untuk membantu pemerintah menyiapkan infrastruktur di ibu kota baru untuk menjadi smart city yang berbasis pada energi bersih gas bumi. Proyek jaringan gas yang selama ini telah berjalan terbukti efektif mengurangi biaya energi rumah tangga," kata Gigih.

Berdasarkan hitungan PGN, pembangunan gas kota diproyeksi dapat menciptakan penghematan LPG sebesar Rp157,8 miliar per tahun. Dengan begitu, pengeluaran masyarakat juga bisa lebih hemat sebesar Rp386 miliar. (plt)

tag: #pemindahan-ibu-kota  

Bagikan Berita ini :