Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 28 Sep 2019 - 17:59:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Haris Azhar: Kenapa Bukan yang Upload Berita Palsu soal Ambulan yang Ditangkap?

tscom_news_photo_1569667088.jpg
Koordinator Kontras Haris Azhar (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Aktivis HAM Haris Azhar mengatakan rezim Jokowi mulai panik. Ini karena Sutradara Film Domumenter Sexy Killers Dandhy Laksono dan musisi Ananda Badadu ditangkap oleh Polda Metro Jaya.Pidana yang dituduhkan kepada keduanya dinilai mengada-ada.

Haris Azhar malah mempertanyakan sikap aparat kepolisian yang lambat dalam mengusut video yang beredar soal ambulans berisi batu dan bensi.

"Penangkapan terhadap Dandhy dan Ananda adalah bentuk kepanikan rezim Jokowi melalui polisi terhadap kebangkitan demokrasi rakyat yang semakin kritis dan tajam," kata Haris Azhar saat dihubungi, (27/9/2019).

"Kenapa bukan Buzzer Jokowi yang upload berita palsu soal Ambulans yang di periksa? Diskriminatif. Ini semua rangkain dari berbagai pelanggaran hukum dan HAM yang justru datang dan dilakukan oleh rezim ini," lanjut.

Ia mengaku tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian mengingatkannya pada rezim Orde Baru.

"Sweeping, kekerasan, penutupan akses bantuan hukum, penutupan akses informasi buat publik dan keluarga korban. Saya jadi ingat Orde Baru. Tapi saya juga ingat bahwa reformasi kan tidak berjalan baik. Justru dikorupsi, jadi pemerintah ini panik," ujar Haris.

Disamping itu, Haris menegaskan bahwa demontrasi mahasiswa yang aksi adalah produk hukum yang sah. Terlebih, mereka tidak lakukan kekerasan.

"Jurnalis meliput juga sah. Itu tugas mereka. Dandhy, Ananda warga yang sah membantu mahasiswa. Justru negara dan pemerintah serta penjilat rezim ini yang melakukan kekerasan, fitnah, pelanggaran hukum," tegasnya.

Sejauh ini, Haris Azhar mengaku telah mendapat banyak laporan berkaitan dengan pelanggaran HAM yang dilakukan pada pemerintahan Jokowi.

"(Laporan pelanggaran HAM) Wah banyak sekali, belum dihitung jumlahnya. Ada puluhan, ke depan akan semakin banyak kekerasan dan banyak orang dipenjara," pungkas Haris Azhar. (Alf)

tag: #polda-metro-jaya  #aksi-mahasiswa  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Terdampak COVID-19, OJK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Oleh windarto
pada hari Minggu, 31 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperhatikan dampak COVID-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meski demikian kondisi stabilitas sistem ...
Berita

Guru Besar UNS: Indonesia Sudah Siap Masuk Tahun Ajaran Baru

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) Joko Nurkamto menilai Indonesia sudah bisa memulai pendidikan tahun ajaran baru 2020/2021 dalam situasi pandemi ...