Oleh pamudji pada hari Rabu, 09 Okt 2019 - 09:04:12 WIB
Bagikan Berita ini :

JK Tegaskan Masyarakat Kecil Masih Butuh Minyak Curah

tscom_news_photo_1570586652.jpg
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) secara implisit mempertanyakan rencana Kementerian Perdagangan melarang penjualan minyak goreng curah per 1 Januari 2020. Menurut Wapres, minyak curah masih dibutukan oleh masyarakat kecil.

Kementerian Perdagangan mengeluarkan larangan penjualan minyak curah dengan dalih tidak sehat dan higienis. Di sisi lain, JK justru mengingatkan, minyak goreng curah saat ini masih menjadi pilihan bagi masyarakat kecil.

"Kan untuk orang kecil pakai plastik-plastik saja kan, (minyak gorengnya)," ujar JK saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Dia menilai, mereka yang membeli minyak curah juga sudah paham dengan kualitas produk tersebut.

"Ya, memang mau beli murah ya tak mungkin kualitasnya tinggi, ya kan. Itu hukum dasarnya. Beli murah tentu kualitasnya beda," kata Wapres.

JK mengaku belum mendengar penjelasan langsung dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait rencana pelarangan tersebut. Karena itu, JK belum dapat memastikan alternatif yang ditawarkan pemerintah kepada pedagang maupun industri minyak curah.

"(Karena itu) saya tidak tahu alasannya Menteri Perdagangan (keluarkan larangan minyak goreng itu)," ujar JK.(plt)

tag: #jusuf-kalla  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Bisnis

BNI Raih Predikat Bank Internasional Terbaik 2020

Oleh windarto
pada hari Selasa, 14 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Alpha Southeast Asia kembali menobatkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebagai bank yang memberikan pelayanan bisnis internasional terbaik. Ini ditandai ...
Bisnis

Pastikan Pasokan Bahan Pangan, PT Food Station Jajaki Kerjasama Contract Farming dengan PT Sang Hyang Seri

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - PT Food Station Tjipinang Jaya dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama contract farming di lahan HGU seluas 1000 hektar milik PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS) yang ...