Oleh pamudji pada hari Jumat, 01 Nov 2019 - 05:29:35 WIB
Bagikan Berita ini :

NPL Membaik, Kredit UMKM Bank DKI Tumbuh 25,2%

tscom_news_photo_1572560975.jpeg
Gedung Bank DKI (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Di tengah melambatnya pertumbuhan kredit dan peningkatan rasio kredit bermasalahperbankan nasional, Bank DKI mampu membukukan penyaluran kreditsecara signifikan. Per September 2019, perusahaan telah membukukan penyaluran kredit sebesar Rp30,9 triliun, yang diimbangi dengan perbaikan kualitas aset.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa dalamketerangan tertulisnya di Jakarta , Rabu (30/10/2029). Lebih lanjut Zainuddin menjelaskan, Bank DKI memilih untuk fokus padaperbaikan kualitas aset. Hal ini ditandai dengan membaiknya rasio kredit bermasalahatau non performing loan (NPL) dari 3,19% per September 2018 menjadi 2,65% per September 2019.

Membaiknya rasio NPL tersebut didorong dengan upaya perbaikanproses kredit. Upaya ini untuk memastikan penyaluran kredit dilakukan berdasarkan prinsipkehati-hatian.

“Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakanSOP. Selain itu juga penataan kewenangan memutus kredit sesuai dengan pemisahantugas yang jelas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perkreditan," ujar Zainuddin.

Bank DKI juga mulai menggarap segmen UMKM yang merupakan sektor ekonomi
prospektif dan aman. Komitmen ini juga dalam rangka mendukung program kerja Pemprov DKIJakarta. Per September 2019, kata Zainudin, Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar, Rp14 triliun atau meningkat 25,2% dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp1,1 triliun.

Zainuddin menjelaskan, pertumbuhan kredit UMKM ditopangoleh tumbuhnya penyaluran kredit mikro dan usaha kecil. Kredit mikro
Bank DKI mengalami pertumbuhan sebesar 32,0% dari Rp663 miliar per September
2018 menjadi Rp875 miliar per September 2019. Selanjutnya, Kredit Usaha Kecil tumbuh 11,5% dariRp410 miliar per September 2018 menjadi Rp457 per September 2019.

Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh berbagai program percepatan penyaluran kredit UMKM yang telah dan akan terus dilakukan. Program ini, lanjut Zainudin, juga diikuti oleh ekspansi jaringankantor Bank DKI di pasar-pasar DKI Jakarta dan sekitarnya. Sampai saatini, total kantor Bank DKI yang ada di pasar sebanyak 92 kantor layanan dari
total 295 Kantor Layanan yang dimiliki Bank DKI.

Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI per September 2019 tercatat sebesar Rp38,7 triliun. Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 12,0%, dengan angka Rp8,3 triliun per September2019 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 7,4 triliun. Pada bagian lain Zainudin menambahkan, per
September 2019, total Aset Bank DKI tercatat sebesar Rp50,2 triliun atau meningkat 2,9% dibanding periode sebelumnya sebesar Rp48,8 triliun.

Berbagai aktivitas bisnis yangdilakukan tersebut telah mendorong pencapaian laba. Sampai September 2019 laba perusahaan sebesar Rp584,3 miliar atau meningkat 3,8% dibanding periode yangsama tahun sebelumnya sebesar Rp 563,0 miliar. (plt)

tag: #bank-dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Lainnya
Bisnis

Jumlah Penumpang Turun, Garuda Keluhkan Mahalnya Biaya Tes PCR

Oleh Rihad
pada hari Tuesday, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Surat keterangan bebas COVID-19 yang dibuktikan tes PCR kini merupakan syarat wajib bagi calon penumpang untuk bisa melakukan penerbangan. Masalah buat penumpang adalah ...
Bisnis

Rendah, Inflasi Mei Hanya 0,07%

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi  bulan Mei 2020 sebesar 0,07%. Angka ini lebih rendah dari inflasi bulan April 2020 yang sebesar ...