1001 Cara Valerina Daniel Mencintai Indonesia

Oleh Jihan Nadia pada hari Kamis, 07 Nov 2019 - 11:37:24 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1573101865.jpg

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Valerina Daniel (Sumber foto : ist)


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Cantik, cerdas, dan cinta Tanah Air. Begitu lah gambaran sosok Valerina Daniel,staf khusus Kementerian Pariwisata.

Di kalangan jurnalis dan karyawan Kementerian Pariwisata, Valerina bukan lah nama asing. Itu karena wanita menawan ini menyandang jabatan sebagai Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan sejak awal 2018 lalu.

Bekerja di Kementerian Pariwisata, bagi Valerina, menjadi salah satu pintu untuk mendalami dan mencintai sudut-sudut Indonesia. Dengan caranya, None Jakarta tahun 1999 ini memang tak pernah kehabisan waktu melakukan yang terbaik untuk Tanah Air.

Ada pengalaman mendalam di masa lalu, yang menggelorakan rasa cinta Tanah Air di hati Valerina. Kala itu, ada rekannya yang menganggap Indonesia adalah negara sangat terbelakang.

"Pada saat itu kan baru saja terjadi krisis moneter. Jadi, Indonesia image-nya mungkin masih sangat terbelakang. Saya tuh ditanyain "apakah kamu masih tinggal di pohon?". Jadi tuh kita dianggap negara yang terbelakang sekali. Dari situ, saya bercita-cita, saya harus kontribusi buat Indonesia apapun bentuknya sesuai kemampuan saya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Apapun yang sudah dan akan dilakukan, bagi Valerina, selalu berujung kepada pengabdian seorang warga kepada negerinya. Saat mendaftar dan akhirya didaulat sebagai None Jakarta, misalnya, juga dilakukan demi memuaskan rasa cinta Tanah Air.

Semangat serupa juga menyelinap dalam benak Valerina saat menjalani profesi sebagai jurnalis. Dari profesi ini, dia berkesempatan menyaksikan berbagai peristiwa penting, seperti Tsunami Aceh 2004 hingga pembalakan liar di Riau pada 2006.

"Saya menyaksikan langsung sisa-sisa batang pohon berasap akibat dibakar. Dari kejauhan, suara mesin pemotong dan pohon yang roboh masih terdengar. Padahal, wilayah itu masuk kawasan hutan lindung yang seharusnya tidak digunduli," cerita Valerina.

Liputan tentang penggundulan hutan sungguh membekas di hati istri Febby Andryananto ini. Dia pun tergerak untuk mewujudkan langkah nyata guna menyelamatkan lingkungan. Kontribusinya mulai dilirik banyak pihak. Pada 2007, dia dipercaya menjadi Duta Lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tak mau berhenti, Valerina terus mencoba menggerakkan massa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Upaya yang dilakukan mulai pembuatan selebaran, kartu permainan anak, hingga seri buku cerita anak. Semuanya dibuat agar generasi muda ke bisa lebih peduli dan cinta kepada alam Indonesia sejak dini.


Tenaga Ahli

Berkat pengalaman yang dimilikinya, Valerina mendapat beasiswa dari pemerintah Australia untuk menempuh pendidikan strata dua bidang komunikasi dan kajian media di Monash University pada 2009--2010. Setelah itu, dia juga mengambil Course on Sustainable Development di Columbia University, New York pada 2014.

Berbekal ilmu dan berbagai prestasi yang didapatkan, Valerina kembali ditunjuk menjadi Duta Program Sistem Verifikasi Legalitas Kayu oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selama tiga tahun. Baru setelahnya, dia dipercaya oleh Kementerian Pariwisata untuk menjadi Tenaga Ahli Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

"Dengan luasan hutan terbesar ketiga di dunia dan keanekaragaman hayati yang unik, Indonesia memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar. Maka dari itu, setiap kebijakan publik sebaiknya dibuat dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan," tulisnya dalam buku Cerita, Cinta dan Cita-Cita: Kumpulan Kisah None Jakarta (1981-2016).

Bagi Velerina, dunia pariwisata sungguh teramat istimewa. Bahkan, dia mengakui tak mampu jauh darinya.

"Pariwisata sudah menjadi darah saya sejak saya menjadi None Jakarta," ujar Valerina. (plt)

tag: #kementerian-pariwisata  

Bagikan Berita ini :